Budaya Kerja di Kantor Kurang Positif? Ini 6 Cara Memperbaikinya

Berprofesi sebagai pengusaha bukanlah hal mudah. Ada banyak hal yang harus diselesaikan sendirian walaupun pengusaha selalu memiliki tim. Salah satu masalah yang sering dihadapi adalah penyesuaian budaya kerja agar kinerja tim semakin optimal dan membangun lingkungan kerja yang sehat.

Memupuk lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan sangatlah penting bagi kesuksesan suatu bisnis - dan bahkan yang lebih penting lagi adalah membangun rasa kebersamaan.

Sebelum memasuki tahun baru, inilah saat yang tepat untuk mulai menyosialisasikan kultur kerja yang positif agar di tahun berikutnya bisnis semakin lancar. Berikut 6 cara yang bisa dilakukan untuk mencapainya.


budaya kerja


Membangun Kepercayaan

Membangun rasa percaya adalah inti dari seluruh hubungan personal dan profesional. Cara terbaik untuk membangun kepercayaan adalah dengan lebih banyak mendengar dan melakukan komunikasi terbuka.

Jika Anda mau sedikit santai dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar mau mendengarkan, nantinya seluruh tim juga akan membalasnya dengan memberikan kepercayaan pada Anda.

"Ketika akan membangun hubungan positif dengan rekan kerja atau tim, yang paling penting dilakukan terlebih dahulu adalah mengenali mereka sebagai individu," kata Dorie Clark, penulis "Reinventing You". "Tidak ada orang yang mau dianggap seperti barang, sebagai seseorang yang hanya dimanfaatkan tenaganya. Namun, tanyakanlah dan pelajarilah hobi, keluarga, dan latar belakang mereka."

Anda bisa memanfaatkan liburan akhir tahun untuk mengenal mereka lebih dekat.

Saling Menghargai

Saling menghargai masukan dan pendapat adalah budaya kerja yang harus ada. Ketika Anda mulai tidak menghargai atasan, Anda akan cenderung tidak ingin meminta bantuannya, bahkan jika itu adalah sesuatu yang atasan Anda kuasai.

Begitu pula sebaliknya, atasan tidak akan meminta bantuan dari Anda ketika dia membutuhkan keahlian Anda. Akhirnya, tidak akan terjadi kerja sama yang dibutuhkan perusahaan hingga akhirnya divisi itu pun mati.

Ketika pegawai merasa Anda sangat menghargai dan mendukung, dan bahwa ide dan masukan akan selalu ditampung dan dihargai di tempat kerja, interaksi kerja mereka cenderung akan lebih positif sehingga menciptakan siklus luhur yang lebih produktif.

Baca juga: Meningkatkan Kreativitas dan Mempercepat Pertumbuhan Bisnis

Bertanggung Jawab Atas Segala Tindakan

Ketika terjadi perselisihan, apakah Anda sering merasa 100% benar, dan orang lain 100% salah? Jika demikian, mungkin inilah saatnya mengamati cara kerja Anda.

Pasalnya, sangat tidak mungkin seseorang berada dalam posisi yang 100% salah. Mengakui kesalahan Anda meskipun sedikit, sedangkan kesalahan terbesar sebenarnya harus ditanggung orang lain, sudah cukup membantu mengurangi rasa bersalah orang lain tersebut sehingga ia jadi tidak terlalu defensif.

Daripada saling tunjuk pada rekan kerja ketika terjadi kesalahan, lebih baik mengakui kesalahan diri sendiri dan mengomunikasikannya secara jelas tanpa menghakimi.

Menunjukkan Apresiasi

Apa yang mirip dari bos dan rekan kerja Anda? Mereka semua ingin diapresiasi. Jadi, ketika seseorang bekerja dengan baik, berikanlah pujian yang tulus untuk menunjukkan rasa terima kasih.

Hal ini tidak hanya berdampak pada hubungan yang semakin erat, tetapi juga mendorong semua orang agar bekerja produktif.

Setiap orang sama-sama menyukai penghargaan. Walaupun pemberian gaji adalah penghargaan yang paling umum diberikan di tempat kerja, pujian adalah penghargaan besar yang sering kali diremehkan.

Menghancurkan Pembulian

Dilansir dari klikdokter.com, contoh pembulian (perundungan) di tempat kerja adalah dengan memberikan beban kerja terlalu banyak pada korban, mempermalukan korban di depan rekan kerjanya, meremehkan hasil kerja korban, mengintimidasi secara nonverbal, dan sebagainya.

Kasus mengintimidasi secara nonverbal yang sering dialami pegawai adalah mendapatkan pandangan yang seolah "menelanjangi" dari rekan kerja atau atasan, serta merasa dikucilkan, didiamkan, dan dibuat tidak nyaman selama bekerja.

Jeremy Goldman yang kini bekerja sebagai seorang pengusaha pernah keluar dari pekerjaan karena perundungan berlebihan yang dilakukan atasannya. Setelah keluar dan bekerja di perusahaan kompetitor, karirnya semakin menanjak.

Sementara atasannya kesulitan menemukan penggantinya. Seluruh proses interview dan training yang dilakukan untuk menggantinya menghabiskan banyak biaya. 

Di situlah terlihat bagaimana perundungan menghabiskan uang perusahaan. Perundungan menyebabkan seringnya terjadi pergantian job desc. dan mengurangi inovasi.

Mempertahankan Sikap Positif

Tidak ada yang ingin berdekatan dengan orang yang selalu pesimis. Apa pun yang terjadi dalam hidup, sebisa mungkin Anda menerapkan sikap positif di tempat kerja. Pasalnya, Anda tidak ingin orang lain menyalahartikan aura buruk yang Anda bawa dari luar adalah karena mereka.

Jika Anda masuk kantor dengan sapaan bahagia di pagi hari, energi optimis itu akan menyebar ke orang-orang di sekitar Anda dan menciptakan atmosfir dan budaya kerja yang lebih menyenangkan.

Gambar oleh Peggy und Marco Lachmann-Anke dari Pixabay

Posting Komentar

0 Komentar