Monday, 7 November 2016

FICTION MYTH SAGA



Kamen Rider Gaim: Sengoku War


Episode 1: Lost Memories
Armored Rider Gaim terbangun di tengah hutan dan tak dapat mengingat apapun.
Hal terakhir yang diingatnya adalah sebuah perang besar.


Episode 2: Red Wizard
Sesosok Red Wizard muncul dengan menghunus pedangnya.
Dia berkata bahwa Armored Rider Gaim akan menciptakan sebuah bencana.
Gaim tak paham dengan tuduhan penyihir merah itu.
Wizard berkata bahwa perang besar itu akan menimbulkan banyak keputusasaan.
Hal itu akan melahirkan banyak Phantom.
Armored Rider Gaim teringat dengan Sengoku War yang sedang berlangsung.
Rupanya dia terpukul mundur dalam perang besar itu.


Episode 3: Last Hope
Armored Rider Gaim berniat kembali dalam Sengoku War. Wizard melarangnya.
Gaim tak peduli. Dia harus kembali atau semua perjuangannya akan sia-sia.
Wizard tak punya pilihan selain menghalangi niat Armored Rider Gaim untuk kembali ke medan perang. Gaim tak mau mengalah.
“Aku adalah harapan terakhir!” ujar Wizard yang langsung menebaskan pedangnya.
Perseteruan keduanya tak dapat dihindari karena Gaim juga merasa menanggung masa depan dunia.

FICTION MYTH SAGA



Introduction:

Fiction Myth Saga adalah sebuah seri fan-fiction yang ditulis untuk mendukung konsep toy photography saya. Fokus ceritanya sendiri—untuk saat ini—diutamakan mengambil dari seri Kamen Rider yang mana berada di luar konsep dari fan-fiction utama yang sedang saya kerjakan. Berbeda dengan Soldier of The Justice (sedang dalam pengerjaan) yang harus dinikmati secara utuh, Fiction Myth Saga merupakan potongan-potongan kisah/konsep yang tak bisa saya masukkan dalam Soldier of The Justice.

Karena project Fiction Myth Saga ini adalah rekaan seorang penggemar, maka bukan tidak mungkin cerita atau analogi yang dikandung bisa sangat berbeda dengan pakem Kamen Rider (atau tokoh lain yang dimunculkan) pada versi aslinya.

Berikut beberapa contoh ilustrasi yang batal dipakai:





Thursday, 22 September 2016

Suara Tokek


selama ini tak pernah ada tokek di rumah, itu seingatku. tapi pagi ini tiba-tiba terdengar nyanyian khas yang sudah pasti dihafal oleh semua orang di luar kepala: suara tokek.

pertanyaannya kemudian, "dari mana asalnya tokek itu?"
bagai mana dia bisa hijra kemari?
dibawa oleh anginkah?
atau sekadar telur malang yang tersasar?


kira-kira apa dia sanggup bertahan sendirian tanpa pasangan? syukur-syukur kalau dia boyong keluarganya sekalian, dia pasti tak kesepian.

tapi nasibnya malang, kalau ternyata tokek itu masih jomblo dan belum punya pasangan.
mau cari gebetan di mana dia?
sedang para cicak pun sudah sibuk berebut betina.
dia juga pasti tak mau dengan betina kerempeng tak berisi. bagaimana nanti kalau menghangatkannya, coba?


semoga si tokek sabar dengan kejombloannya. (*)