Sunday, 14 June 2015

Biar Rindu Merajam

Biar rindu merajam.
Kali ini kubiarkan.

Aku tak kalah.
hanya mengalah.
demi memberi waktu yang tak sia-sia.

Satu-satunya cara memangkas rindu,
hanya dengan mencari kesibukan.
Lalu diam sendiri.
merenung sambil melahap waktu.

Maaf, Kekasih,
Bukan kuacuh,
hanya berusaha menahan pilu.
siapa yang berkuasa.
itu saja.

kelak, rindu akan menjadi teman.
benang dari rajutan waktu yang tak jemu.
jemu karena sering bertemu.

kuharap mereka paham.
karena karma sakit itu kejam.

Biar rindu merajam.
Kali ini kubiarkan.

Friday, 24 April 2015

Batasan Aman Pornografis Dalam Sastra


Kepada pengkarya yang dirundung bimbang ragu akan karyanya yang mengandung keintiman,

Judul topik ini lucu. Dan terkesan lapuk untuk dibicarakan. Adakah batasan dalam berkarya? Bagaimana kita bisa menilik batasan itu dan menjaga agar karya kita tidak dicap sembarangan hingga jauh dari tujuan awal kita.

Di lingkup kita ini, sangat banyak orang yang kritis dan latah terhadap suatu konten fiksi. Karya sastra dihakimi hanya dengan melihat kulitnya tanpa memikirkan maknanya. Sastra sekadar menjadi sastra busana. Kumpulan tulisan berbaju sastra. Tak ada kebebasan di dalamnya. Hal ini pertama kali meledak saat adanya perbincangan mengenai Fiksi Alat Kelamin atau yang jika disingkat akan berbunyi "FAK", seperti bunyi ungkapan kotor dalam bahasa asing.

Untuk mengujinya, maka saya membuat beberapa survey untuk melihat kesiapan pasar tentang sastra bermuatan dewasa ini. Banyak judul-judul dan karya-karya yang mumpuni bertengger pada rak-rak toko buku dengan label dewasa. Deskriptifnya tolong jangan dibandingkan dengan karya luar yang lebih bebas dalam pengolahan kata. Di tempat kita bertumbuh sekarang, bahkan menggunakan kata-kata tabu saja akan dikecam. Banyak kata yang terkesan mubazir di daftar KBBI, sehingga keberadaannya terancam dilupakan.

Monday, 20 April 2015

Mental Limit


Pernahkah kamu dikejar DEADLINE?
Pernahkah kamu dikejar TARGET?
Dan rasa-rasanya itu mustahil buat kamu penuhin?
Kamu merasa terbatas. Deadline dan target itu terlihat tak masuk akal.
Kamu merasa frustasi dan bingung mencari jalan keluar.
Kamu merasa tak akan sanggup menuntaskan pekerjaanmu.
Kamu merasa apapun yang akan kamu lakukan, pasti tak akan bisa membantumu memenuhi DEADLINE dan TARGET itu!

Pernahkah kamu merasa seperti itu?
Jika iya, SAMA—