Tuesday, 19 August 2014

Maya


Sore hari. Aku baru pulang dari bekerja, lalu segera saja menuju kamar dan kudapati seorang gadis tidur di kasurku dengan keadaan telanjang bulat! Dan aku adalah seorang pria.

Gadis itu tidur membelakangiku. Aku bisa melihat punggungnya dengan jelas. Rambut panjangnya yang ikal mayang terurai ke atas tanpa menutupi tengkunya hingga membuat lehernya terlihat jenjang indah. Kulit gadis itu tampak bersih. Kuning langsat. Aku bersyukur, tumpukan baju kotorku sedikit menutupi pandanganku dari bagian pantatnya—setidaknya tertutup sedikit, karena aku bisa lihat sebagian gundukan lainnya. Astaga! Apa yang sedang aku alami ini? Siapa pula gadis itu? Dan bagaimana caraku menegurnya?

Seingatku aku sudah mengunci pintu rumah kontrakanku rapat-rapat sebelum aku berangkat bekerja pagi tadi. Lantas, bagaimana bisa ada orang asing masuk rumah ini begitu saja? Rumah kontrakan ini terlalu kecil untuk menarik perhatian maling. Aku sengaja menyewa rumah ini agar bisa lebih dekat dengan tempat kerjaku yang mana jaraknya cukup jauh dari rumah orang tuaku. Rumah mungil ini hanya memiliki satu kamar berukuran 3x3, serta dapur mungil, dan kamar mandi. Televisi kuletakkan di ruang tamu—yang sekaligus ruang makan—dan aku jarang memakainya. Lalu, apa yang membuat gadis ini kesasar di sini?!

Tuesday, 12 August 2014

Bulan dan Rindu


Aku bertanya pada rembulan, "Bisakah kau mengirimkan rindu?" Dia menjawab, "Tak bisa." Tapi dia menawarkan hal lain yang mungkin dapat membantuku.

"Aku bisa memastikan bahwa kekasihmu mampu melihat wujudku yang sama," sanggupnya.

Mungkin benar. Bulan akan tampak sama di mana pun. Dan aku beserta kekasihku pasti akan melihat bulan yang sama. Betapa jauhnya jarak kami berada. Bahkan pun ketika kekasihku ada jauh di seberang pulau sana. Bulan tetap sama.

Monday, 4 August 2014

Pacar dan Naga


Apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba kekasihmu meminta dibawakan seekor naga? Ya, kita tidak sedang hidup di negeri dongeng. Mencari seekor kadal yang mirip dengan naga pun tentu bukan hal yang mudah. Dan itu yang sedang aku alami sekarang. Ya Tuhan—

Aku menatap hamparan bintang lekat-lekat. Berharap bisa mendapat inspirasi bagaimana caraku untuk bisa mendapatkan naga. Aku tak ingin berpetualang jauh-jauh. Mungkin saja saat aku menatapi bintang, tiba-tiba nanti ada satu yang jatuh, lalu berubah menjadi seekor naga. Mungkin saja.

Dari jauh sudut pandangku sana ada bayang-bayang gunung yang gelap. Tidak. Aku tidak akan berpetualang menyusuri gunung itu hanya demi mendapatkan seekor naga—yang aku sendiri tak yakin dengan keberadaannya.