Wednesday, 14 December 2016

Legenda Pengging



Bandung Bondowoso menatap nanar puing-puing bala tentara kerajaan Baka yang telah dikalahkannya. Semua kekacauan ini tak perlu terjadi seandainya kerajaan Baka tak rakus kekuasaan dan menyerang kerajaan Pengging.

Prabu Damar Maya menghampiri putranya dan menepuk bahunya. Dia tersenyum pilu. Kerajaannya menang, tapi kehancuran yang terjadi juga tidak kecil. Peperangan selalu menyengsarakan rakyat kecil. Selama penyerangan kerajaan Baka, rakyat kerajaan Pengging menderita kelaparan. Penyiksaan dan pembunuhan terjadi di mana-mana.

Kerajaan Baka adalah kerajaan para raksasa. Raja mereka, Prabu Baka adalah pemakan manusia. Dia merasa iri melihat kejayaan kerajaan Pengging. Demi menguasainya, maka meletuslah peperangan ini. Prabu Damar Maya yang sudah sepuh cukup dibuat kerepotan oleh serangan kerajaan Baka. Saat itu putranya, Bandung Bondowoso, sedang bertapa brata untuk memperkuat ilmu kanuragannya. Dia tak tahu mengenai penyerangan itu sampai dilihatnya awan gelap yang membumbung di utara.