Monday, 30 March 2015

Kuncup Bunga dan Kupu-Kupu



Gadis itu menunggu mekarnya kuncup bunga yang ada di hadapannya. Dia tahu kuncup itu tak akan mekar dekat-dekat ini. Tapi yang jelas saat ini dia ingin melihat bunga itu mekar.

Bibirnya tersenyum tipis. Matanya memandang kosong. Kuncup bunga itu bergoyang tertiup angin. Daunnya melambai-lambai seperti memanggil gadis itu agar menemaninya lebih lama. Gadis itu pasti menemaninya lebih lama. Dia menunggu.

Monday, 23 February 2015

Mencintaimu




Mencintaimu,
bukan dengan sekeping mawar
atau dengan sebongkah emas.

Bukan pula dengan kepedihan,
atau kebahagiaan.

itu sekadar bumbu.

Mencintaimu,
ibarat mentari yang bertugas menyinari bumi.
ibarat langit yang senantiasa menyelimuti bumi.

Thursday, 15 January 2015

Romantis


Betapa aku sayang kamu. Kita mungkin memiliki kadar romantis yang berbeda. Atau bahkan pengertian kita tentang romantis itu sendiri berbeda.

Aku bertanya pada temanku, apa aku tak romantis. Menurutnya memang tidak. Dan itu sama seperti pendapatmu, bukan? Katanya, romantis itu mampu meluluhkan hati wanita dewasa. Bukan gadis kecil. Gadis kecil sepertimu. Hei, apakah kamu masih kecil? Kamu hanya menjadi gadis kecil bagiku saja, kan?

Senja mulai tampak ketika aku masih memikirkan arti romantis. Kubaca di KBBI—untuk meyakinkan definisi romantis menurutku sendiri—di sana tertulis; a bersifat seperti dalam cerita roman (percintaan); bersifat mesra; mengasyikkan. Ya, mana mungkin makhluk pendiam sepertiku bisa menjadi seperti itu.