Tuesday, 26 October 2010

Broken Dreams III

Setiap orang pasti pernah jatuh cinta.

Dan tak jarang juga merasakan sakit hati dalam perjalanan asmara mereka.

Bagi saya, Cinta merupakan salah satu bagian dari impian. Ya, impian. Sifat cinta yang begitu sempurna dalam hakikat saya sangat sulit untuk ditemukan dalam dunia nyata. Cinta bagaikan sebuah impian dan bayang-bayang yang indah untuk dijadikan nyata.

Setiap manusia menginginkan keindahan dalam setiap kisah Asmara mereka. Tetapi, kenyataannya adalah lain karena cinta adalah tentang dua hati dan tentang makna sosial. Kita tidak dapat memaksa suatu perasaan yang sifatnya abstrak dalam diri manusia.

Setiap manusia selalu berusaha untuk saling mengerti dan memahami, mencoba menerka jalan pikiran orang lain tanpa mereka sendiri tau apa yang ada dalam hakikat dirinya sendiri.

Mereka mencoba untuk memaknakan lukisan abstrak yang ada di dalam setiap jiwa manusia. Dan murka ketika tahu semua itu hanyalah bayangan.

Mungkin saya juga pernah seperti itu.

Hanyut dalam perasaan, lalu terjatuh setelah tahu itu hanyalah sebuah abstraksi kehidupan.

Merendahkan diri sendiri bukanlah hal yang baik untuk meraih apa yang anda impikan, karena anda harus sejajar atau lebih tinggi untuk pantas berdampingan dan hidup bersama impian anda.

Ini adalah salah satu karya saya, yang saya "bangun ulang" untuk memperingati kegagalan saya saat itu.



Memperingati? Ya, memperingati. Gagal bukanlah hal yang harus berusaha kita lupakan, tapi kegagalan adalah sebuah guru terbaik untuk kita memacu diri agar mampu lebih baik dan mampu mendapatkan lebih dari apa yang telah membuat kita gagal.

Karya ini berjudul Broken Dreams III, karena sejujurnya hal yang membuat saya terinspirasi untuk membuat karya ini adalah rasa penasaran saya kepada seseorang yang akhirnya saya salah dalam memaknakannya. Sebuah abstraksi ganjil yang saya tidak mampu untuk melengkapinya bahkan mencitrakannya.

Jangan pernah berpikir anda rendah, karena sesungguhnya andalah yang memasang harga diri bagi diri anda sendiri.


"Saya tidak berharap untuk memecahkan misteri yang ada pada anda, tetapi percayalah, dalam setiap seni mengandung sebuah jawaban yang anda cari.

Akuilah hidup anda sebagai sebuah Seni penciptaan anda." -->A.F

No comments:

Post a Comment