Thursday, 28 October 2010

Waktu dan Kenyamanan serta Kesenangan Dalam Berkarya

Saya akan membagi sedikit pengalaman atau kesadaran diri saya, mengapa karya saya yang saya hasilkan akhir-akhir ini tidak membuat saya puas. Bukan dari skill, bukan dari imajinasi, tapi pengaruh waktu yang sangat mengganggu.

Saya akan menjelaskan sedikit apa maksud dari waktu dalam berkarya menurut saya.

Waktu sangat berpengaruh dalam penciptaan karya. Mungkin bagi anda yang saat ini masih duduk di bangku sekolah, atau masih banyak memiliki waktu luang, anda tentunya tidak terlalu khawatir dengan waktu anda, karena anda memiliki banyak waktu untuk berkarya. Hal itu sangatlah berbeda dengan artist yang memiliki jadwal padat di hidupnya. Minimal saja, kita ambil seorang mahasiswa yang masih sibuk menyelesaikan kuliahnya dan dia menghabiskan jatah waktu luangnya untuk bekerja sambilan. Dalam kasus ini, waktu sangat berharga baginya. Pagi dia disibukkan dengan kuliah, lalu malamnya dia bekerja, bayangkan waktu untuk dia bersantai atau membuat karya. Apalai pekerjaan dan kuliahnya sangat tidak berhubungan dengan Seni yang dia geluti.

Sebagai artist yang mencintai seni dan berharap tetap produktif, sungguh sangat tidak mungkin kalau dia rela meninggalkan kecintannya itu. Dia akan melakukan apa saja untuk tetap berkarya. Menyelip-selipkan waktu untuk membuat suatu karya. Dan permasalahannya adalah. Bila dia merasa perkembangan karyanya merosot dari dugaan sebenarnya, dia akan mengalami depresi, bahkan tidak jarang hal itu akan menyebabkan sang artist mendadak terserang Artblock. Dan bisa diduga, Artblock adalah penyakit mematikan bagi para artist yang sedang depresi.

Menurut saya pribadi, kekurangan atau ketidak puasan dari hasil karya artist tersebut (kalau memang nilai estetiknya turun bahkan tidak patut) adalah dari proses pembuatan.
Waktu yang dia gunakan sangat tersita. Dia bekerja dengan tekanan Deadline yang dia buat sendiri. Dia kehilangan rasa nyaman akan berkarya, hal seperti ini tentunya membuat konsentrasi buyar, teknik dan goresan juga tidak maksimal. Bahkan imajinasi tidak bisa dilihat dengan benar.

Sebenarnya ada banyak penyebab dari kasus menurunnya kualitas karya, tetapi untuk kasus yang seperti saya alami, saya tegaskan kepada anda, itu adalah efek dari minimnya waktu yang anda gunakan untuk berkarya.

Setelah sadar hal ini, saya pribadi baru mengerti kenapa seorang artis mematok harga yang tinggi untuk karyanya. Itu adalah harga dari waktu yang dihabiskan olh artist tersebut.
Jika anda ingin mendapatkan karya gratisan yang berbobot, carilah seorang anak sekolah yang berbakat dalam menggambar, lalu mintalah dia menggambar untuk anda. Saya yakin dia akan bersenang hati melakukannya untuk anda walau tanpa harus dibayar (tentunya jika anak tersebut memiliki banyak waktu).

Tetapi untuk ukuran seorang yang memiliki kepadatan, hargailah waktunya atau anda akan sama sekali tidak dihargai olehnya, karena bagi seorang artist, karyanya adalah sesuatu yang berharga. Waktu baginya adalah sebuah calaon karya.

Saya tegaskan, masalah waktu ini hanya untuk seseorang yang memiliki kesulitan seperti yang saya alami. Miskin waktu untuk berkarya. Untuk masalah lain seperti gagalnya pencitraan Imajinasi, atau kurangnya ide, itu beda lagi.

Untuk pencitraan. Mungkin anda termasuk orang yang sangat yakin memiliki imajinasi yang bagus, tetapi tidak mampu mencitrakan karya anda, hal itu tentunya disebabkan oleh kurangnya koneksi antara tangan anda dan kerja imajinasi otak anda. anda takmampu menggambarkan apa yang terbayang bagi otak anda, terlebih jika bayangan itu kabur. Anda akan sama sekali tidak bisa merangkainya.

Jika anda termasuk seseorang yang kekurangan ide. Boleh saya bilang kalau anda adalah seseorang yang minim pengetahuan dan sempit wawasan. Jangan tersinggung karena itulah kenyataannya. Perbanyak wawasan anda, Jangan sombong dengan pengetahuan yang anda miliki, kenyataannya untuk menciptakan ide dan imajinasi, anda masih belum mampu.

Saya tidak perlu banyak bicara tentang hal ini, karena anda sendiri mampu mencernanya.

Berkaryalah dengan waktu anda. Nyamankan diri anda.

"Saya tidak berharap untuk memecahkan misteri yang ada pada anda, tetapi percayalah, dalam setiap seni mengandung sebuah jawaban yang anda cari.

Akuilah hidup anda sebagai sebuah Seni penciptaan anda." -->A.F

Wednesday, 27 October 2010

1st Learning Pencil

Kali ini saya akan mencoba metode baru untuk pembuktian saya akan teknik komik yang menurut saya adalah seni yang cukup tinggi.

Tetapi kali ini saya tidak berbicara tentang komik, justru karya saya saat ini adalah sebuah portrait pensil. Pensil memiliki keajaiban untuk berkarya. Beragam keajaiban dari pensl jika kita mampu memahami betul bagaimana pensil itu.

Saat ini saya sedang dalam perjalanan memahami benar Struktur dan keajaiban pensil. Mungkin bagi anda yang telh menemukannya bisa sedikit berbagi dengan saya agar semakin mudah langkah saya memecahkan Keindahan pensil tersebut.


Yah, mungkin karya di atas masih belum mampu buat dibanggakan.

Sebenarnya ada keinginan untuk merobek karya yang satu ini karena kekurangan kesana-kemri, tetapi mengingat ini adalah latihan pertama, jadi saya memberanikan diri ntuk menuai kritik dan masukan dari teman-teman.

~Media: Kertas gambar.
~Pensil: F, 2B, 5B, EE (stadler), 8B (Faber Castell), 2B mechanic.
~Eraser: 4B.
~Cotton bud.

Pengerjaan sekitar 1 jam 37 menit.

Jujur saja, saya sedang dalam perjalanan untuk meyakinkan orang tua saya akan seni komik dan membantah pendapatnya tentang Seni portrait yang katanya lebih baik dari menjadi seorang komikus. Pendapatnya bahwa komik itu untuk anak-anak dengan gambar sederhana yang mudah dibuat oleh siapa saja. Dan portrait adalah pencitraan gambar yang rumit.

Sekian penjelasan karya ini.

"Saya tidak berharap untuk memecahkan misteri yang ada pada anda, tetapi percayalah, dalam setiap seni mengandung sebuah jawaban yang anda cari.

Akuilah hidup anda sebagai sebuah Seni penciptaan anda." -->A.F

Tuesday, 26 October 2010

Broken Dreams III

Setiap orang pasti pernah jatuh cinta.

Dan tak jarang juga merasakan sakit hati dalam perjalanan asmara mereka.

Bagi saya, Cinta merupakan salah satu bagian dari impian. Ya, impian. Sifat cinta yang begitu sempurna dalam hakikat saya sangat sulit untuk ditemukan dalam dunia nyata. Cinta bagaikan sebuah impian dan bayang-bayang yang indah untuk dijadikan nyata.

Setiap manusia menginginkan keindahan dalam setiap kisah Asmara mereka. Tetapi, kenyataannya adalah lain karena cinta adalah tentang dua hati dan tentang makna sosial. Kita tidak dapat memaksa suatu perasaan yang sifatnya abstrak dalam diri manusia.

Setiap manusia selalu berusaha untuk saling mengerti dan memahami, mencoba menerka jalan pikiran orang lain tanpa mereka sendiri tau apa yang ada dalam hakikat dirinya sendiri.

Mereka mencoba untuk memaknakan lukisan abstrak yang ada di dalam setiap jiwa manusia. Dan murka ketika tahu semua itu hanyalah bayangan.

Mungkin saya juga pernah seperti itu.

Hanyut dalam perasaan, lalu terjatuh setelah tahu itu hanyalah sebuah abstraksi kehidupan.

Merendahkan diri sendiri bukanlah hal yang baik untuk meraih apa yang anda impikan, karena anda harus sejajar atau lebih tinggi untuk pantas berdampingan dan hidup bersama impian anda.

Ini adalah salah satu karya saya, yang saya "bangun ulang" untuk memperingati kegagalan saya saat itu.



Memperingati? Ya, memperingati. Gagal bukanlah hal yang harus berusaha kita lupakan, tapi kegagalan adalah sebuah guru terbaik untuk kita memacu diri agar mampu lebih baik dan mampu mendapatkan lebih dari apa yang telah membuat kita gagal.

Karya ini berjudul Broken Dreams III, karena sejujurnya hal yang membuat saya terinspirasi untuk membuat karya ini adalah rasa penasaran saya kepada seseorang yang akhirnya saya salah dalam memaknakannya. Sebuah abstraksi ganjil yang saya tidak mampu untuk melengkapinya bahkan mencitrakannya.

Jangan pernah berpikir anda rendah, karena sesungguhnya andalah yang memasang harga diri bagi diri anda sendiri.


"Saya tidak berharap untuk memecahkan misteri yang ada pada anda, tetapi percayalah, dalam setiap seni mengandung sebuah jawaban yang anda cari.

Akuilah hidup anda sebagai sebuah Seni penciptaan anda." -->A.F

Tentang Lingkaran dan Segitiga

Mengapa Lingkaran dan Segitiga?
Kedua bangun itu adalah bangun yang sangat penting bagi saya.
Bentuk yang sangat menarik dan berhubungan langsung dengan kehidupan saya.

Lingkaran.
Bagi saya, lingkaran merupakan bentuk yang sempurna dibanding dengan bentuk bentuk yang lain. Semua benda berawal dari sebuah lingkaran. Titik adalah lingkaran. Bahkan titik disebut sempurna jika dia berbentuk lingkaran secara tepat.

Semua bangun dan semua karya saya yang berhubungan dengan pencitraan dan proses pengkreatifan bermula dari sebuah lingkaran lalu dikombinasikan secara harmonis dengan lingkaran-lingkaran yang lain.

Dalam sebuah penciptaan karya, khususnya dalam bidang pencitraan, lingkaran adalah sebuah fokus yang sangat penting. Pengimajinasian sebuah lingkaran sangatlah luas dibandingkan dengan bangun-bangun yang lain. Lingkaran mempu membangun sebuah bentuk yang sangatlah rumit. Di dalam sebuah lingkaran terdapat ratusan benda, sudut yang tidak terbatas, dan bermacam bentuk poligon unik yang memungkinkan kita untuk berkreatif.

Hidup selayaknya lingkaran adalah sesuatu yang sempurna. Dan lingkaran adalah sebuah imajinasi sempurna dari ilham yang dikirimkan Tuhan kepada batin manusia. Sebuah bentuk yang menimbulkan beribu inspirasi.


Segitiga
Segitiga, mengapa segitiga?

Segitiga adalah bentuk yang unik menurut saya. Dia lahir setelah Lingkaran yang tidak memiliki sudut sama sekali. Tentunya sangat jarang bagi kita untuk mendengar segidua, atau segi satu dan bahkan ada yang menilai itu tidak mungkin, bukan? Tapi di dunia seni, kami ditakdirkan untuk membuat pencitraan untuk sesuatu yang tidak mungkin itu.

Segitiga. Saat ini saya akan menjelaskan mengapa saya memilih bangun segitiga, dan memang kita tidak mendiskusikan bangun segidua atau bangun bersudut satu kan?

Yah, tidak ada alasan lain selain, saya menganggap bangun segitiga itu unik.

Cukup unik dan sangat unik.

Tujuan dari Blog saya kali ini, tidak lebih untuk menyampaikan pikiran saya tentang seni. Segala sesuatu tentang seni. Seni apapun yang tidak terbatas, karena seni itu luas. Bebas. Seni yang hanya ada di pikiran saya dan tidak lebih. Saya tidak akan berdusta untuk menulis apa yang tidak ada pada kepala saya, karena saya tidak akan bisa mempertanggungjawabkan apa yang tidak berawal dari inti kepala saya ini. Dan bahwasanya saya percaya, para plagiator itu juga pasti sedang menderita karena tak dapat mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Dan pada akhirnya mereka mati dalam kepalsuan.

Maaf, sedikit melenceng. Saya memang sangat membenci plagiator.

Mungkin cukup sekian kata pembuka untuk catatan harian baru ini.

Saya tidak berharap untuk memecahkan misteri yang ada pada anda, tetapi percayalah, dalam setiap seni mengandung sebuah jawaban yang anda cari.

Akuilah hidup anda sebagai sebuah Seni penciptaan anda. -->A.F