4 Langkah untuk Membentuk Disiplin Diri

tips disiplin


Bagi Anda yang suka menunda-nunda pekerjaan hingga banyak pekerjaan yang terlambat selesai atau goal yang tidak tercapai, maka sudah saatnya Anda belajar untuk membentuk disiplin diri. Disiplin diri ini penting untuk kesuksesan Anda. Tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga sekolah dan keluarga.


Bagaimana disiplin diri berpengaruh pada kesuksesan?


Kesuksesan tidak bisa didapat dengan mudah; diperlukan waktu, tenaga, dan disiplin diri untuk mendapatkannya. Seseorang yang telah sukses, pasti sudah meluangkan waktu dan tenaga yang banyak hingga bisa menjadi seperti sekarang. Dan tanpa disiplin diri, kesuksesan akan mustahil diraih karena hal itu terkait dengan kesanggupan meluangkan waktu dan tenaga itu sendiri.


Disiplin diri atau self-discipline adalah sebuah kebiasaan untuk mendisiplinkan diri dengan melakukan segala hal tepat waktu dan tidak terlewat yang sudah menjadi karakter orang tersebut. Seseorang tidak bisa disebut memiliki self-discipline jika hal itu belum menjadi karakternya yang terlihat.


Apa saja langkah yang diperlukan untuk membentuk disiplin diri?


1. Membangun Kekuatan


Membangun kekuatan yang dimaksud di sini tidak sama dengan belajar bela diri untuk melindungi diri dari serangan orang jahat, tetapi lebih kepada mengumpulkan energi. Hal ini harus Anda lakukan setiap pagi agar kegiatan Anda sehari-hari tidak terkendala dengan rasa lelah atau lemas.


Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk membangun kekuatan adalah dengan berolahraga. Anda tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat atau melakukan lari pagi selama 30 menit. Tidak semua orang memiliki waktu sebanyak itu di pagi hari.


Anda hanya perlu meluangkan waktu satu menit untuk berolahraga yang bisa menyediakan energi yang cukup untuk beraktivitas sehari-hari. Rangkaian olahraga ini memerlukan waktu sekitar 20 detik untuk tiap jenis gerakannya.


Gerakan pertama adalah push-up yang kemudian diikuti dengan jumping jack. Jumping jack ini adalah gerakan membuka lengan kaki dan menutup lengan tangan di atas kepala dengan melompat secara bergantian. Jika lengan kaki Anda sedang membuka, maka lengan tangan Anda harus di satukan di atas kepala dengan bertepuk satu kali. Jika lengan kaki Anda menutup, maka posisi tangan berada di samping badan. Gerakan terakhir adalah high-knee, yaitu gerakan berlari di tempat dengan lutut yang diangkat tinggi hingga sejajar dengan panggul. Setelah melakukan rangkaian olahraga tersebut selama satu menit, Anda akan merasakan energi yang cukup untuk memulai hari dan darah yang mengalir lancar.


Menu sarapan juga bisa menjadi faktor penambah energi. Namun, tidak semua menu sarapan memberikan hasil yang sama. Sarapan yang bisa menambah energi bisa didapat dari makanan yang kaya serat dan tinggi protein. Makanan kaya serat misalnya: buah-buahan, sayur-mayur, dan gandum utuh. Sarapan tinggi protein bisa Anda dapat dari makanan olahan kedelai, seperti tempe, tahu, susu kedelai, maupun susu tinggi protein.


2. Membuat dan Mengatur Jadwal


Membuat jadwal adalah hal penting yang bisa dilakukan untuk mempermudah kita mengingat segala kegiatan yang harus dilakukan. Sedangkan mengaturnya lebih kepada belajar memberikan prioritas pada suatu kegiatan dan menentukan waktu yang sesuai dengan situasi dan kondisi.


Misalnya, jika Anda terbiasa sarapan dengan susu kedelai yang dijual oleh penjaja tetapi penjaja tersebut belum lewat di depan rumah Anda, maka Anda bisa memulai aktivitas lain terlebih dahulu, seperti berolahraga atau membersihkan rumah.


Begitu pula jika Anda memiliki sebuah goal besar yang ingin Anda capai, maka Anda harus mengatur jadwal yang sesuai agar goal itu tercapai. Jika Anda ingin menerbitkan buku dalam 3 bulan ke depan, maka sudah saatnya Anda membiasakan diri untuk menulis mulai sekarang. Anda tidak perlu mulai menulis langsung 1000 kata setiap hari jika memang belum terbiasa menulis, tetapi mulailah dari jumlah kata yang bisa Anda capai terlebih dahulu, lalu tingkatkan secara berkala. Anda bisa menambahkan jadwal lain yang akan Anda lakukan setiap hari jika dirasa sudah siap dan tidak memberatkan Anda.





3. Time Management


Managemen waktu memiliki kaitan yang sangat erat dengan disiplin diri. Kemampuan Anda mengatur waktu membuat waktu luang menjadi berguna dengan diisi kegiatan bermanfaat dan produktif dan Anda tidak memiliki kesempatan atau keinginan untuk mengulur waktu.


Hal ini juga berhubungan dengan pengaturan jadwal. Anda harus mengatur kapan Anda bangun pagi atau memulai suatu pekerjaan. Dalam hal ini, Anda harus mengingat suatu moto penting “datang 3 jam lebih awal lebih baik daripada terlambat 5 menit”, dengan begitu, Anda tidak akan memiliki alasan untuk menunda suatu pekerjaan.


Untuk setiap poin kegiatan dalam jadwal Anda, pastikan waktu penyelesaiannya agar Anda tidak berlama-lama mengerjakannya hingga pekerjaan itu tidak selesai. Jika tidak ada batas waktu, maka tentukan batas waktunya. Kita tidak bisa seharian membaca buku, menulis, latihan fotografi, berenang, dan sebagainya. Semua itu harus dibatasi agar waktu yang ada bisa digunakan untuk melakukan banyak hal yang penting dan berkaitan dengan goal kita.


4. Konsistensi


Terus konsisten mematuhi jadwal yang dibuat memang berat. Karena selain jadwal itu adalah kegiatan sama yang dilakukan berulang-ulang dengan penambahan kegiatan secara berkala, mematuhi jadwal juga memerlukan kekuatan yang besar untuk bisa bertahan. Oleh karena itulah ada pepatah yang mengatakan bahwa “mempertahankan lebih sulit daripada merebut”.


Karena hal di atas pula, maka konsistensi merupakan sebagian dari disiplin diri. Jika Anda terus konsisten melakukan kegiatan agar tujuan Anda tercapai, maka Anda sudah dekat dengan karakter disiplin diri.


Tidak ada cara yang paling tepat untuk menjadi konsisten selain dengan sabar dan disiplin itu sendiri.


Anda bisa dikatakan sudah memiliki disiplin diri yang tinggi jika Anda sudah terbiasa mengatur jadwal dan waktu tanpa ada jadwal yang terlambat maupun terlewat walaupun Anda tidak menuliskan waktu selesainya suatu kegiatan dalam jadwal Anda dan tanpa mengeluh.



Gambar diambil dari Pixabay: Konsisten

Posting Komentar

0 Komentar