Pensil Beraut Belati

Hari ini saya ingin berbagi tentang sedikit cara saya meraut pensil kayu.

Untuk pensil kayu, diwajibkan merautnya dengan belati, pisau, atau silet agar memperoleh ketajaman yang diinginkan, juga agar sisi graphite lebih panjang dibanding bagian yang tertutup kayu. Alat peraut biasanya hanya mampu membuat ujung lancip, namun kegunaannya tidak bisa secara maksimal.

Karena bagi saya, penggunaan pensil adalah bagian awal dari memulai karya (menulis maupun menggambar), saya memiliki cara tersendiri untuk meraut pensil, agar nyaman dan cocok dengan penggunaan saya. Saya menyebut tekhnik ini ‘Pensil Beraut Belati’, karena awalnya saya terinspirasi oleh bentuk tajam mata pisau.

Pensil diraut secara pipih, dimana biasanya kita merautnya secara lancip. Menurut saya pribadi, rautan secara lancip itu menghambat cara kita menungkan nuansa garis pada saat berkarya. Beda ketika kita menggunakan kuas atau spidol bermata pipih, goresan kita bisa lebih berirama.

Kelebihan dari cara meraut ini ada pada bentuknya yang pipih dan bermata seperti belati. Kita jadi bebas saat membuat garis. Saat ingin membuat garis tipis maupun tebal, kita dapat membuatnya dengan sedikit mengatur posisi pensil kita. Jika menggunakan rautan seperti biasa, mungkin saja kita hanya bisa membuat garis tipis dari ujung lancip, atau garis lebar dengan ujung yang telah tumpul, kalau kita membutuhkan kedua garis itu? Kita juga akan membutuhkan dua jenis pensil. Hal ini tentu tak jadi masalah bila kita memiliki dua pensil sekaligus, apalagi salah satunya pensil mekanik, yang satu tinggal menyesuaikan, namun bila hanya ada satu pensil?

Langsung saja, bentuk dari rautan belati adalah seperti gambar berikut:



 atau bisa juga,


 Mata Pensil diraut sedemikian rupa, sehingga terlihat pipih dan bermata seperti belati. Gunanya seperti kuas. Fungsi yang lebar untuk Bloking/membuat garis tebal dan lebar. Sedangkan bagian lancip, atau pipih, digunakan untuk membuat garis tipis (biasanya tahap pendetilan).

Raut pensil tersebut seperti anda akan pergi berperang. Pensil itu senjata anda! Dia harus tajam terasah dan mampu digunakan sesuai kebutuhan anda, tanpa harus banyak membawa senjata.

Garis yang dihasilkan pensil beraut belati seperti ini (untuk pensil 2B):


Hasil lebar dari garis tebal akan ditentukan oleh diameter graphite pensil itu sendiri, jika diameter pensil anda cukup lebar, misal pensil EE, maka garis tebal pun akan semakin lebar.

Begitulah cara saya mempersiapkan senjata perang saya, semoga berguna. Teruslah berkarya dan mencoba! -->A.F

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Oh, jadi begitu. Aq ga takoed 😒😒😒😒

    BalasHapus
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)