Tentang Cinta yang Tak Mengenal Waktu dalam Letters to Juliet

Dari ulasan film berjudul "Letters to Juliet" ini mungkin kita akan belajar tentang cinta yang tak mengenal waktu dan bahwa cinta itu perlu diperjuangkan dan bahwa cinta itu...

Ya. Bersiaplah karena kali ini kita akan berbicara sekaligus belajar tentang cinta.

Namun, kita tidak akan belajar cinta tentang pengorbanannya saja, tetapi belajar bagaimana memilih cinta yang sungguh buat kebaikan berdua atau hanya menguntungkan satu pihak saja. Kita akan benar-benar belajar menentukan apakah cinta yang sedang kita jalani benar-benar yang terbaik ataukah selama ini kita hanya mempertahankannya tanpa ada pandangan ke depannya.

Jika Anda mulai ragu, maka "Letters to Juliet" adalah penawar bagi gejala kebingungan tersebut. Bagaimana kisahnya?


Film yang didistribusikan oleh Summit Entertainment ini dimulai dengan scene di mana Sophie Hall yang diperankan oleh Amanda Seyfried sedang menelepon orang-orang bernama Robert Beal. Dia adalah pemeriksa fakta yang sedang bertugas mencari saksi ciuman paling sensasional setelah Perang Dunia Kedua di Time Square, New York.

Sophie telah bertunangan dengan seorang chef bernama Victor yang diperankan oleh Gael Garcia Bernal. Sophia dan Victor sedang merencanakan liburan sebelum pernikahan ke Verona.

Namun, sebagai seorang chef yang akan membuka sebuah restoran di mana ia juga berarti seorang pebisnis, perjalanan yang dibayangkan sebagai pra-bulan madu itu pun sedikit berubah. Perjalanan dan daftar panjang Sophie mengunjungi beberapa tempat harus berubah dengan kesibukan Victor mengunjungi lelang anggur.

Hal itu sudah dimulai sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di Verona. Victor langsung mendapatkan telepon dari Signor Morini untuk mengunjungi kebun anggurnya dan mencicipi minuman anggur di sana. Ia juga mengunjungi tempat pembuatan keju yang semuanya tidak ada di jadwal. Setelah itu Victor juga hendak mengunjungi suatu tempat untuk melihat truffle.

Berantakan, bukan? Apa yang Anda lakukan jika menjadi Sophie ketika perjalanan romantis Anda berubah menjadi kesibukan yang hanya berpihak pada pasangan Anda sejak di hari pertama? Marah?

Namun, bukan itu yang dilakukan Sophie karena Sophie sudah sangat memahami Victor yang begitu tenggelam dalam dunia masak-memasaknya. Selain itu, alasan kenapa Sophie masih mempertahankan kisah cintanya dengan Victor yang dikenal luas oleh teman-teman Sophie sebagai orang yang sangat sibuk dengan hapenya itu adalah karena Victor selalu mendukung keinginannya menjadi seorang penulis. Victor beralasan bahwa Sophie harus melakukan hal yang sangat disenanginya.

Sejak awal menonton film ini, mungkin Anda akan langsung merasa bahwa Victor amat sangat menyebalkan karena penulis cerita dengan pandai dan tanpa berlebihan berhasil menunjukkan sosok Victor yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Dia selalu mendukung win-win solution ketika Victor ingin melakukan suatu hal dan Sophie ingin melakukan hal lain yang berarti semakin memisahkan mereka berdua.

Namun, kehadiran Charlie Wyman yang diperankan oleh Christopher Egan akan langsung membuat Anda berasumsi peran apa yang dimainkannya dalam kisah cinta Sophie dan Victor.

Anda harus ingat bahwa cinta ini bukan kisah cinta mengerikan yang berakhir tragis dengan kebencian dan pengkhianatan. Film ini menunjukkan bahwa cinta yang tidak sehat tidak harus dilanjutkan seberapa lama pun hubungan itu telah berlangsung.

Dalam Letters to Juliet mungkin Anda juga akan belajar tentang "witting tresno jalaran soko kulino" yang berarti cinta tumbuh dari kedekatan yang sering. Di sini, Sophie dan Charlie mempelajari arti cinta dari nenek Charlie yang bernama Claire Smith-Wyman yang diperankan oleh Vanessa Redgrave yang mencari cinta sejatinya Lorenzo Bartollini (Franco Nero) yang ia kenal saat ia masih berusia 15 tahun. Pencarian itu sendiri dimulai dari surat yang dikirim Sophie padanya.

Bagaimana awalnya Sophie bisa mengirim surat pada orang yang baru saja ditemuinya? Itu adalah detail yang harus Anda cari tahu sendiri.

Kisah pencarian Lorenzo itu pun dibuat tidak mudah, tetapi juga tidak sulit. Pencarian itu pun diawali dengan kisah unik ketika Charlie sangat tidak setuju jika pencarian tersebut harus dibersamai oleh Sophie, "Splendid. Fantastic," katanya dengan sarkastik.

Saya sangat senang dengan pencarian yang tidak hanya penuh dengan pencarian, tetapi juga percakapan saat mereka menginap di hotel dan berjalan-jalan sebelum mereka melanjutkan pencarian. Itu membuat semuanya menjadi alami dan tidak terlalu dipaksakan dan merupakan alur cerita yang berbeda tentang bertemu dan berpisahkan pasangan.

Ups, mungkin terlalu banyak spoiler di sini, tapi percayalah, itu hanya sebagian kecil yang bisa Anda nikmati dari semua ini. Lagipula, ada berapa Lorenzo Bartollini dan kisah apa yang disimpan oleh setiap Lorenzo Bartollini tersebut?

Bagaimana dengan konflik? Mereka menggunakan konflik kecil, tetapi cukup serius sehingga bisa diselesaikan dengan cepat tanpa ada luka yang berlarut-larut. Lagipula, ini adalah kisah cinta yang sederhana, jadi no drama needed.

Unsur kebetulan dalam cerita ini masih ada walau tidak merusak cerita. Itup un tidak dipaksakan dan bukan tidak perlu. Kebetulan ini malah menambah kealamian dan menjadi awal mula dari konflik yang membuat kedua tokoh kita bertengkar.

Seperti yang terjadi pada setiap pencarian, maka cinta pertama Claire itu pun ditemukan. Ia telah berubah dari seorang yang mencintai ladang menjadi pemilik ladang anggur terkenal di seluruh Eropa.

Bertemunya Claire dengan Lorenzo sendiri juga bukan karena mengikuti peta yang mereka bahwa, tetapi karena sebuah kebetulan alami ketika Claire ingin mampir ke tempat pembuatan anggur terkenal dalam perjalanan pulang mereka. That's it dan undangan pernikahan pun disebar.

Walaupun cerita setelah pernikahan Claire dan Lorenzo sudah bisa ditebak, tetapi keunikan dan keindahan kisah ini amat sangat menghibur mata, terutama dengan bangunan-bangunan indah Eropa. Selain itu, hal bahagia yang akan Anda saksikan bukan hanya tentang perayaan cinta saja. Lalu, apa yang dipelajari Sophie dan dikatakan pada Victor yang menjadi awal dari akhir film ini?

Yang bisa saya katakan adalah seluruh kisah dalam Letters to Juliet ini dirajut dengan cinta. Seluruh konflik, percakapan, kejadian, pertamuan, perjalanan dan sebagainya dirangkai seromantis mungkin dan dibuat tidak berat.

Ini adalah film romantis yang ringan dengan konflik dan plot twist yang lembut. Jika film ini adalah benda, mungkin ia adalah pohon di siang hari di mana Anda akan terlelap di bawahnya. Dan percayalah, walaupun terlihat demikian, kisah ini bukan tentang pengkhianatan.

Gambar diambil dari Cinematographe

No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com