Fireworks, Should We See It from the Side or the Bottom? [Review]

Ketika melihat film ini, saya langsung teringat dengan perdebatan kau Bumi Bulat dan Bumi datar. Bagaimana tidak, hal yang ditawarkan dalam film ini sama: Kembang api itu datar atau bulat?

Adalah Firework, Should We See It from the Side or the Bottom? sebuah drama yang pada tahun 2017 telah diadaptasi menjadi sebuah anime movie berjudul sama. Untuk versi awalnya sendiri, maka lebih dikenal dengan Fireworks 1993, karena film tersebut memang dirilis pada tahun segitu.
Judul dari film itu sendiri diambil dari konflik utama perdebatan para siswa yang penasaran dengan bentuk kembang api: bulat atau datar? Hal ini membuat saya tertawa karena tentu saja isu tentang bumi itu bulat atau datar bisa kembali menyeruak.

Karena ini film lama,  saya akan menyebarkan banyak spoiler di sini. Spoiler yang sekiranya tetap bisa membuat kalian menikmati jalan cerita Fireworks, Should We See It from the Side or the Bottom?
3

AJIN: Demi-Human [Review]

Begitu selesai menonton film ini, saya langsung ingin segera mereviewnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa ini adalah film Jepang yang layak mereka tonton!

Film itu adalah AJIN: Demi Human (Bukan Demi Tuhan).

Menceritakan tentang seorang koas yang mengalami kecelakaan dan mendadak hidupnya berubah ketika dirinya diketahui sebagai AJIN. AJIN sendiri konon adalah evolusi dari manusia. Mereka tidak bisa mati. Dan bisa tumbuh walau bagian tubuh berserakan.
1

Soal Selera dan Pengembangan Karya

Kemarin saya membongkar lagi tulisan-tulisan lama. Tujuannya untuk diisikan ke akun wattpad saya karena saat itu saya hendak mencoba mengaktifkan akun tersebut.

Otomatis, sebelum memostingnya, saya membaca tulisan-tulisan tersebut untuk memastikan tulisan mana yang baiknya saya posting dan baiknya saya revisi untuk kemudian saya kirim ke media. Saya tertawa sendiri. betapa tulisan-tulisan itu membuat geli.

Bukan. Tentu saja bukan  karena tulisan itu jelek atau bagaimana.


Saya tertawa membaca tulisan saya sendiri karena memang selera saya saat ini sudah berubah dibandingkan selera saya yang dahulu. Bagaimanapun juga, saya pernah menanggap tulisan itu sangat bagus dan sesuai dengan apa yang saya mau. Jika kemudian—dalam selang waktu yang lama—saya menertawakan tulisan saya sendiri, itu hanya karena selera saya sudah berubah. Saya yang sekarang, lebih suka tulisan dengan bobot narasi lebih banyak dibandingkan dialog. Lebih suka tulisan dengan detail seperlunya dan lebih fokus pada jalan cerita. Saya lebih suka membaca cerita yang mengalir padat dibandingkan cerita yang sibuk dengan dialog dan detail tak perlu untuk melebarkan cerita.
3

Ant-Man And The Wasp [Review]

//jujur saja, saya tertidur ketika menonton film ini.



Kali ini saya akan mereview film (yang semoga saja tidak terlalu telat karena saya baru sempat memposting tulisan ini) Ant-Man and The Wasp.

Banyak yang berspekulasi bahwa fim ini akan ada kaitan erat dengan film Avenger: Infinity War. Dan juga akan menjawab beberapa pertanyaan yang masih mengambang dari film tersebut. Salah satunya adalah pertanyaan tentang para superhero yang tidak turut serta dalam even Avengers: Infinity War.

Seperti pendahulunya, Ant-Man akan menyuguhkan petualangan ajaib tentang superhero yang bisa mengubah ukuran tubuhnya.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com