4 Hal Kecil untuk Menyelamatkan Bumi


Kapan terakhir kali Anda membeli barang atau makanan di toko dan mendapatkan tas plastik untuk membawa barang-barang itu? Kapan terakhir kali Anda merasa begitu sesak akibat polusi udara yang mendominasi lingkungan di sekitar Anda? Kapan terakhir kali Anda melihat hujan dan mendapati bahwa saat itu harusnya merupakan musim kemarau? Jika jawabannya adalah baru-baru ini, maka itu adalah hal yang wajar.

Dunia sudah menjadi tempat yang buruk untuk ditempati manusia. Dengan bertambahnya jumlah manusia yang berarti juga bertambahnya emisi gas kendaraan bermotor dan sampah, polusi udara, air, dan tanah sudah menjadi hal yang biasa bagi kita. Lingkungan hijau yang menjadi penyumbang oksigen semakin tergerus oleh pembangunan yang terus-menerus hingga tidak ada tempat lagi untuk menyimpan limbah rumah tangga sementara. Walaupun berbagai kegiatan pendaurulangan, pengurangan, dan penggunaan kembali sudah dilakukankan, ternyata sampah-sampah tersebut masih mampu membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sesak; dan salah satu dari sampah tersebut adalah sampah plastik. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa ada gerakan dari banyak orang dan pemerintah dengan melakukan sosialisasi untuk menanggulanginya, maka suatu saat bumi akan tertutupi sampah.

Ancaman climate change bukanlah isapan jempol belaka. Hal itu pasti memengaruhi seluruh manusia di belahan dunia mana pun. Pencanangan go green untuk menanggulangi ancaman climate change bukanlah hal baru bagi kita semua. Kita tentu sudah mengenal istilah reduce, reuse, dan recycle.Namun, masih banyak dari kita yang tidak memperhatikan hal itu. Padahal, untuk bisa membuat bumi kembali membaik dan kembali hijau akibat climate change ini diperlukan gerakan massive dan bersama-sama.

Apa saja gerakan yang perlu dilakukan secara bersama-sama dan besar-besaran itu?

     1.   Memperhatikan Penggunaan Listrik dan Air
Apakah televisi di rumah Anda menyala ketika Anda meninggalkan rumah? Apakah ada lampu yang menyala di siang hari ketika cahaya matahari masuk dan menerangi seluruh ruangan di rumah Anda? Apakah Anda pernah lupa tidak menutup kran hingga  air menggenangi kamar mandi?

Dari semua itu, pernahkah Anda memikirkan berapa banyak energi yang dikeluarkan untuk televisi dan lampu yang menyala tanpa ada yang memanfaatkannya, berapa jumlah debit air yang terbuang percuma, dan berapa keluarga dan generasi mendatang yang bisa tercukupi jika kita menghematnya?

Melakukan penghematan penggunaan listrik dan air bukan hanya tentang menghemat uang kita sebagaimana menggunakan listrik dan air secara boros juga tidak menunjukkan semakin kayanya seseorang. Setiap orang bisa boros dan hemat. Semua itu hanya soal pilihan. Namun, dengan mengurangi pemakaian listrik dan air yang tidak perlu, kita bisa menghemat pengeluaran bulanan dan membelanjakannya untuk keperluan lain, seperti liburan keluarga misalnya.

     2.   Membawa Kantong Plastik Sendiri
Berapa banyak jumlah kantong plastik yang Anda simpan dari toko tempat Anda berbelanja harian, mingguan, atau bulanan? Berapa banyak yang terbuang percuma karena tidak ada lagi tempat untuk menampungnya karena merusak pemandangan interior rumah Anda?

Pernahkah terpikir bahwa sebenarnya kita bisa membawa plastik-plastik itu setiap kali kita berbelanja dan alih-alih membawa plastik baru dari toko, kita malah bisa membawa kembali plastik-plastik itu sehingga jumlah plastik di rumah kita tidak bertambah.

Jika pilihan membawa kantong plastik sendiri dirasa kurang menarik dan elegan, Anda juga bisa menggantinya dengan membawa tas karton atau kain yang bisa Anda beli dan pakai berkali-kali. Bukankah menyenangkan jika menjinjing tas berwarna-warni sepulang berbelanja daripada hanya membawa kantong plastik putih?

     3.   Mengurangi Membeli Makanan Instan
Pernahkah Anda berpikir apa yang akan terjadi pada makanan instan yang sudah kadaluarsa di toko? Berapa banyak tepung, kentang, dan bahan makanan lainnya yang digunakan untuk membuat makanan instan atau camilan di toko? Pernahkah Anda berpikir mengapa negara kita banyak mengimpor bahan makanan? Apa yang bisa terjadi jika Anda mengurangi kebiasaan membeli makanan instan?

Dengan mengurangi kebiasaan membeli makanan instan, maka Anda telah mengurangi jumlah produksi pabrik makanan itu. Jika jumlah produksi pabrik berkurang, kemungkinan berkurangnya produk yang terbuang karena kadaluarsa menjadi semakin besar. Jika produk yang terbuang berkurang, maka simpanan sumber bahan makanan di negara kita menjadi bertambah. Jika pasokan sumber makanan kita bertambah, harganya akan semakin menurun. Jika harga bahan makanan menurun, orang-orang yang kekurangan bisa mendapatkannya dengan harga terjangkau sehingga masalah kekurangan pangan yang terjadi sedikit teratasi.

     4.   Mulai Mengonsumsi Makanan Rumah Sendiri
Seberapa sering Anda tidak menghabiskan makanan yang sudah terlanjur dibeli baik itu di restoran cepat saji atau rumah makan biasa? Kita bisa menyingkirkan makanan yang tidak kita sukai, tetapi kita tidak bisa menyingkirkan makanan yang kita sukai dan sudah kita beli, bukan?

Saya pernah melihat berita yang diliput oleh suatu stasiun televisi swasta nasional menunjukkan bahwa ternyata banyak orang yang membuang makanan yang telah dibelinya.  Menurut sebuah studi, sampah makanan yang terbuang dari restoran dan rumah makan bisa mencapai ribuan ton setiap tahun. Jika makanan seberat ribuan ton itu dihabiskan atau dikonsumsi oleh orang-orang yang lebih membutuhkan, bukankah jumlah sampah yang mencemari tanah dan udara berkurang?

Kita tidak bisa memungkiri bahwa makanan yang kita beli di suatu rumah makan membuat kita tidak sanggup menghabiskannya, entah karena jumlahnya yang tidak sesuai dengan porsi kita atau rasanya yang tidak sesuai di lidah kita. Namun, kita harus tetap bertanggung jawab akan sesuatu yang sudah kita beli itu. Bukan berarti jika kita telah membeli dan membayarnya kita dapat membuang makanan dan minuman itu begitu saja. Berapa banyak manusia yang bisa terselamatkan akibat kelaparan jika kita tidak membeli makanan itu dan membuangnya?

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan diri untuk tidak membeli makanan di rumah makan jika kita tidak berada dalam kondisi terdesak atau perlu. Selain bisa memastikan agar porsi dan rasa sesuai dengan kebutuhan perut dan lidah kita, kita juga bisa memastikan jumlah bahan makanan yang perlu dimasak yang bisa mencukupi seluruh anggota keluarga dan tidak berlebihan. Jika kita menggunakan bahan makanan secara cukup dan tidak berlebihan, maka kita mengurangi kemungkinan adanya hak orang lain yang terbuang karena kita ambil, tetapi kemudian kita buang. Jika tidak ada hak orang lain yang terbuang karena kita, maka kita juga telah ikut serta membantu mengurangi angka kemiskinan di negara kita.

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi akibat ulah kita sendiri. Hal kecil lain adalah membuang sampah pada tempat sampah sesuai jenisnya. Upaya penyelamatan bumi ini juga sebagai wujud permintaan maaf pada bumi dan rasa cinta kita pada generasi mendatang. Bagaimana pun, bumi bukan hanya tempat tinggal kita, melainkan juga tempat tinggal bagi anak cucu kita kelak, disamping tempat tinggal bagi mahkluk-makhluk yang lain. Kita tidak mungkin meninggalkan bumi yang rusak untuk ditinggali generasi penerus kita dan makhluk-makhluk lain yang harus kita lindungi, bukan?

Kita harus melakukan hal-hal tersebut dengan sebuah gerakan besar dan nyata sebelum semuanya berakhir menjadi sesal. Namun, gerakan ini tentu tidak bisa kita lakukan sendiri untuk bisa menghasilkan dampak yang luar biasa. Diperlukan banyak dukungan dari orang-orang yang peduli lingkungan seperti kita. Lagipula, hal-hal tersebut tidak terlalu sulit untuk kita lakukan setiap hari. Mari bergerak untuk menyelamatkan bumi bersama-sama. Menyelamatkan bumi bersama lebih efektif daripada melakukannya sendirian, bukan?

Gambar diambil dari Pixabay

No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com