Header Ads

Header ADS

Ada yang Baru di Instagram

Bagi para pecinta instagram, ada yang baru dan penting dari aplikasi kece yang satu ini. Baru-baru ini para ahli di instagram meluncurkan sebuah tes yang memungkinkan para penggunanya untuk mem-follow hashtag. Tentu kita masih tetap bisa mem-follow akun orang lain.

Sebagai orang yang sangat tergila-gila dengan inovasi, saya sangat menyukai pembaruan ini. Walaupun saya bukan lagi pengguna instagram (karena beberapa alasan terkait paket data dan RAM), ide segar yang memungkinkan penggunanya mendapatkan semua gambar yang diinginkannya saja membuat saya berdecak kagum. Bagaimana tidak? Selama saya menjadi pengguna instagram, saya kesulitan mencari-cari gambar yang pas dengan minat saya. Semua yang ditampilkan di beranda adalah gambar-gambar yang diunggah orang-orang yang saya ikuti di mana semuanya adalah teman-teman saya yang tentunya saya tidak ingin melihat “semua” kegiatan atau hal yang diunggahnya walaupun saya akui beberapa ada yang indah untuk dipandang. Aplikasi ini menurut saya hampir sama saja dengan facebook dan sejenisnya sementara seharusnya sebagai aplikasi yang mengusung terobosan “mengunggah gambar” bisa menawarkan lebih daripada itu.

Jika di aplikasi sebelum pembaruan ini kita hanya bisa menonton seluruh unggahan gambar orang-orang tertentu dan benar-benar menyukai beberapa saja setelah menghabiskan sekian megabyte paket data yang meninggalkan raut datar di wajah, pada pembaruan ini kita akan benar-benar tersenyum. Kenapa?

Jika kita menyukai gambar kucing, makanan, tempat-tempat untuk nongkrong, pernak-pernik fashion, dan sebagainya, kita tidak perlu lagi mem­-follow akun orang yang mungkin menyukai hal serupa. Kabar bagus, kan? ^^

Siapa yang tidak jenuh dengan unggahan-unggahan gambar keseharian orang-orang itu? Padahal, sebenarnya kita hanya menyukai gambar unggahan kucingnya saja dan tidak ingin tahu proses memandikannya atau hanya ingin melihat gambar kuliner terbaru tanpa ingin melihat momentorang yang memiliki akun itu sedang makan makanan itu. Dengan pembaruan ini, kita hanya akan melihat gambar-gambar yang benar-benar ingin kita lihat tanpa perlu membuang uang dan waktu untuk gambar-gambar lain. Caranya juga sama dengan sebelumnya, kita hanya perlu klik hashtag yang ingin kita ikuti lalu di bagian bawah sudah tersedia tautan follow.

Terobosan ini tentu akan menjadi angin segar bagi para pemburu kuliner, fashion, tempat wisata, dan sebagainya. Karena hanya dengan mengikuti hashtag tersebut, setiap hari kita akan mendapatkan gambar-gambar baru yang benar-benar kita inginkan di beranda tanpa perlu lagi mengetikkan hashtag tiap kali masuk.

Entah atas pertimbangan siapa akhirnya instagram menelurkan ide yang brilliant ini. Siapa pun itu, entah saran pengguna atau ide dari pembuat sendiri, ide ini berhasil menunjukkan bahwa instagram adalah aplikasi yang berbeda dari aplikasi sosial lainnya. Jika di aplikasi lain kita bisa membaca status orang-orang yang menceritakan sesuatu dengan menampilkan semua tulisan mereka, tentunya instagram yang hanya menonjolkan gambar tidak bisa melakukan hal serupa. Tidak semua orang bisa membaca cerita dalam setiap gambar yang ada di beranda dan menikmatinya. Ada sebagian orang yang hanya bisa membaca cerita dalam gambar yang hanya diminatinya saja. Untuk itulah inovasi ini seharusnya yang menjadi cara kerja instagram dari dulu karena yang ingin “dibeli” penggunanya adalah gambar, bukan kegiatan orang sebagaimana yang ditonjolkan oleh aplikasi sosial lainnya.

Walaupun terkesan terlambat, inovasi tetaplah inovasi. Saya berharap walaupun ini hanyalah sebuah tes yang tidak bisa diketahui kelanjutannya, inovasi ini dapat menjadi pertimbangan para ahli di instagram untuk dimanfaatkan sebagai nilai jualnya. Karena kita tidak tahu sampai di titik mana pengguna akan merasa bosan, bukan?


Sumber: http://thenextweb.com/apps/2017/11/10/instagram-tests-letting-follow-hashtags-instead-people/

No comments

Powered by Blogger.