Kopi Pagi




Pagi ini aku ingat lagi tentang perkataan temanku yang terasa sangat kontras dengan harapannya sendiri yang dulu juga pernah diutarakan padaku. Dia bilang bahwa hidup tanpa memiliki musuh itu tidak seru. Sedang dulu dia pernah merengak-rengek padaku tentang betapa kasarnya sifat manusia serta kebencian-kebencian yang ada. Dia bertanya mengapa tiada kedamaian di dunia. Saat itu aku hanya diam saja.

Jika sekarang aku pikir lagi, aku malah bingung sendiri dengan sifat manusia. Temanku pernah mengeluh dia mengerang-erang tentang banyaknya cobaan di dunia, dia bertanya kapannya ketenangan dan kedamaian datang menyelimuti hatinya. Dia meraung-raung tentang bagaimana dunia ini bersikap tak adil dengannya. Kemarin dia bilang padaku, “Seperti inilah hidup. Hidup yang kosong itu bukan hidup! Masa’ hidup tanpa pengalaman? Kita di dunia cuma sekali saja.” Aku hanya diam saja saat mendengar ucapanya itu.

Aku akui, aku bukan seorang cendekiawan, tipe intelek dan selalu berusaha tahu tentang segala hal. Mungkin aku justru lebih ke sosok yang suka pasif dan mundur dari perdebatan sengit yang biasanya tak kunjung ada titik temu. Menurutku, percuma saja beradu argument jika nantinya kita harus memutar balik omongan kita demi mempertahankan harga diri agar kita tidak dianggap bodoh atau lemah. Yah, bisa juga tipe sepertiku disebut oleh mereka sebagai tipe orang bodoh yang tertindas. Tapi itu hanya perkiraanku saja.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com