Study Pohon

Menggambar pohon sebagai objek ataupun latar belakang memiliki keunikan tersendiri. Setelah beberapa kali menggambar pohon dengan bermodalkan bayangan, saya mencoba melakukan observasi karena gambar yang saya hasilkan kurang memuaskan (yah, mungkin seharusnya saya lakukan dari awal (=___=)a).

Berikut ini adalah pendalaman gambar pohon menurut pandangan saya pribadi, bila ada perbedaan pandangan anggap saja jalan yang kita tempuh sedikit berbeda, namun bila ada penyempurnaan, anda bisa menambahkannya. :)

Pohon terdiri atas; Batang, Akar, Daun.

Itu yang umumnya tampak dan tergambar jelas. saya biasa memulai menggambar pohon dari batang lalu memecah ke ranting, setelah itu menuju ke akar, baru saya melengkapinya dengan dedaunan.

Bagi anda yang masih kesulitan untuk menggambar akar, atau bagian penutup pohon, pada hasil pengamatan saya, akar pohon berakhir dan berawal dari ketiadaan. Maksudnya, bentuk akar yang terpendam ke tanah sangatlah bebas (luwes). anggap anda menggambar ranting, lalu potong ranting itu di tengah-tengah percabangan. Itulah bentuk akhiran akar.


Akar adalah tumpuan pohon. Besar dan bentuk akhiran akar tergantung jenis pohon yang kita gambar. Pohon berdaun lebat belum tentu berbatang besar. Umumnya ukukan akar lebih besar dari batang dan ranting.

Menggambar daun pada pohon memiliki tingkat kesulitan tersendiri, terutama bagi pemula atau seseorang yang menginginkan kesempurnaan. Jika kita ingin menggambar pohon yang berdaun lebat, awalnya kita harus paham bahwa yang kita gambar adalah bentuk utuh yang terangkai atas bangun-bangun kecil lainnya. Sehelai daun memiliki dimensi bila digambar per-helai, namun jika daun tersebut bertumpuk-tumpuk, maka akan menciptakan dimensi baru.

Dalam kartun daun yang lebat terkadang digambar secara bergelombang atau semacam kumpulan lingkaran. Dalam cara saya, Daun yang lebat saya gambarkan dengan bentuk dasar dari bangun yang terangkai atas daun tersebut, lalu saya memberi outline bergerigi untuk menggambarkan bahwa bangun tersebut berasal dari kumpulan dimensi-dimensi kecil. (Gambar 1)

Untuk penerapan pada latar belakang, saya membagi beberapa sudut pandang dari titik letak objek. (Gambar 2) Anggap sebatang pohon tertanam pada titik fokus pertama (sebagai latar belakang). Lalu pohon selanjutnya tertanam pada jarak sekian jauh. Area tempat pohon pertama saya sebut sebagai dasar garis depan (Base Front Line), yaitu titik terang (jelas) detil objek. Sedangkan pohon yang berada sekian jauh, saya sebut sebagai background 2, yang tentunya detilnya masih perlu diperhatikan. Setelah itu, jarak di luar dua area tadi adalah jarak kabur. Kita bisa meminimalkan detil pada bagian itu.

Catatan: Tingkatan jarak pada latar belakang sangat berfariatif, tergantung banyak letak objek.


Pada gambar 2 saya juga mencantumkan sedikit bentuk tanaman yang saya temukan. Bentuk pohon cemara, lalu bentuk tanaman hias yang hanya memiliki beberapa helai dedaunan.

Mungkin anda bisa menemukan berbagai bentuk tanaman di luar sana, dan cobalah untuk memahami bentuknya. Hal yang unik akan anda temukan dengan cara anda sendiri. -->A.F
0

Sketch to Digital Coloring


Tahap yang belum benar-benar saya kuasai dan sangat amat kurang adalah tahap pewarnaan.
Dalam setiap melakukan pewarnaan secara digital, saya menggunakan software GIMP. Biasanya pada sistem Linux akan tersedia seperangkat ketika kita menginstal OS Linux pada sistem kita. Sedangkan untuk Windows, kita bisa mengunduhnya di sini.

Pada Gambar di atas, anda juga bisa melihat kebiasaan saya ketika sedang berkarya dan juga trik yang saya gunakan untuk membuat karya. Saat ini saya sedang kesulitan untuk mencerna kecocokan dan sesatupaduan warna. Bisa disebut saya masih dalam fase "pencarian".

-->A.F
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com