Madame Gie Cushion: Klaim, Ulasan, dan Plus Minus

Madame Gie cushion sebenarnya sudah muncul tahun lalu. Namun, aku baru berkesempatan mencoba produk artis satu ini beberapa waktu lalu saja. Maaf atas keterlambatanku.

Hello, beauty fellas ^^

Ketemu lagi sama aku. Akhir-akhir ini aku lagi gila-gilanya beli banyak produk makeup. Aku udah nggak bisa jelasin berapa eyeshadow dan lipstikku. Mungkin jumlah mereka nggak sebanyak kalian tapi aku masih suka out of my mind tiap kali lihat produk eyeshadow dan cushion.

Kali ini aku akan mengusung satu produk madame gie cushion yang sempat ramai dibicarakan tahun lalu (bahkan, ini uda hampir 2 tahun, lho. Parah kan ketinggalanku? T.T). 

Keterlambatanku ini sebenarnya punya alasan, yaitu tahun lalu aku lagi nggak begitu fokus sama makeup dan skin care, a.k.a mogok sejenak. Lalu, baru di pertengahan tahun ini aku fokus lagi ke skin care dan makeup. Alhasil, aku ketinggalan update walaupun selalu nangkring ke kanalnya beauty vlogger gitu.

Jadi, karena kebanyakan dari mereka punya beberapa cushion gitu, aku jadi ketularan. Dan sebenarnya produk ini adalah cushion pertamaku. Aku nggak tahu bagaimana hasil akhir dari cushion yang diharapkan sebenarnya. Aku cuma tahu kalau cushion itu foundation. Jadi, aku bakal mengulasnya berdasarkan pengalamanku pakai foundation.

Oke langsung saja.

Dalam artikel ini aku akan review madame gie cushion secara deskriptif. Aku akan mulai mengulas dengan menjelaskan pengaplikasiannya, menjabarkan klaim dan apakah klaim itu sesuai beserta penjelasannya, dan plus minusnya.

Metode Ulasan

Seperti aplikasi cushion pada umumnya, aku mengaplikasikan primer sebelumnya. Lalu, aku membiarkannya semalaman. (Yes, I know it will hurt my skin, but I had to do it. Anyway, I did this only this time).

Aku hanya menggunakan satu layer cushion menggunakan aplikator puff yang disediakan. Aku tidak menambahkan setting powder atau apa pun di atasnya. Palingan cuma lipstik yang kupakai sebagai eye shadow and that's it.

Aku mengaplikasikan pukul 19.00 sampai 06.00. Jadi, lumayan lama, ya. Secara berkala aku memeriksa tampilan produk di wajahku, kecuali pas aku tidur. Lalu, melihat hasilnya ketika bangun tidur sebelum dihapus.

Ulasannya aku pakai pendapatku sendiri ditambah dengan pendapat beberapa beauty vlogger yang juga menggunakannya.

Review Cushion Madame Gie

Seperti ulasan yang dilakukan oleh beauty blogger, akan ada ulasan tentang packaging dan sebagainya. Aku juga bakal menaruhnya di sini.

Packaging


madame gie cushion
Tampilan madame gie cushion


Dari segi packaging, aku suka banget. Wadahnya kelihatan cantik dengan case gabungan warna putih dan rose gold (atau copper gold?). Gabungan warna itu ngasih kesan elegan. 

Bahannya plastik yang cukup kokoh digenggam walaupun bisa dibilang agak ringkih. Wadahnya nggak berat dan pas di genggaman. Pokoknya oke. 

Plusnya, cushion ini sudah dikasih cermin jernih, bukan mainan. 

Puffnya berwarna biru. Aku suka puffnya karena berdasarkan pengamatanku, dia nggak terlalu menyerap produk. Sedikit produk saja sudah bisa diratakan ke seluruh wajah. Kalaupun ada produk yang terserap, ia masih bisa ditap-tap ke wajah sampai produk yang tertinggal di puff benar-benar habis dan puff bagian warna birunya balik biru terang lagi.

Satu lagi, walaupun wadah refill-nya berbentuk sama dengan refill merek lain, nyatanya mereka beda. Jadi, aku kemarin beli refill cushion dari merek lain yang bentuknya sama, tapi ternyata ukurannya beda. (Agak sedih. Jangan ditiru, ya T.T).

Madame Gie Cushion Shade

Berdasarkan klaimnya, shade yang disediakan Madame Gie ini ada enam. Dari keenam shadenya sebenarnya mereka bisa dibagi menjadi dua, yaitu yellow tone dan pink tone.

madame gie cushion 2
https://www.madamegie.com/products/madame-gie-total-cover-bb-femme-cushion#.X-AKNnrivIU

Nomor 1 sampai 3 adalah kelompok yellow tone, sedangkan 4 sampai 6 adalah kelompok pink tone. 

Aku nggak ngerti kenapa ada pilihan pink tone karena sebagian besar kulit orang Indonesia adalah yellow. Aku sendiri sepertinya yellow, tapi aku pilih pink (salah lagi T.T), cz kukira wajahku memang lumayan ada merah-merahnya gitu.

FYI, aku belum begitu ngerti tentang tone untuk foundation. Aku cuma tahu undertone cool, warm, dan netral. Undertone-ku netral jadi, katanya aku bisa pilih tone apa aja, tapi itu semua salah.

Setelah belajar lebih detil, warna kulitku adalah kuning olive. Jadi, aku lebih ke kuning tapi agak gelap. Undertone apa aja agak sulit buat cocok ke kulitku, jadi fine-fine aja.

Aku nggak akan bahas tentang shade-nya terlalu dalam di sini karena jelas nggak masuk di kulitku. Namun, aku masih bisa bilang kalau shade-nya tetap cantik walaupun terkesan lebih ke pink banget daripada semu pink.

Tampilan Awal

Jujur, seperti yang beberapa orang bilang, tampilan awalnya langsung cantik dan menyatu di kulit. Dengan shade no. 5, tampilan awal di kulit langsung putih rata dengan sedikit tone pink.

Dari sana, noda-noda cukup tersamarkan walaupun nggak bisa menghilangkan noda yang warnanya pekat. Namun, aku bisa bilang kalau ditimpa beberapa kali, noda dengan warna paling pekat pun bisa sangat tersamarkan. Tapi ya gitu, warna pinknya cukup mengganggu.

Tips: Jangan pakai apa pun setelahnya, kecuali setting spray, karena akan menggeser produk.

Beberapa Jam Kemudian

Setelah satu jam, produk akan mencoba "melepaskan diri" dari kulit. Menurutku, produk ini kebalikan dari produk lain. Produk lain akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan akan semakin menyatu dengan kulit seiring berjalannya waktu. Sebaliknya, madame gie cushion akan semakin tidak menyatu di kulit seiring waktu. Di sini, crack di garis senyum sudah terlihat.

Setelah tiga jam, beberapa beauty vlogger bilang kalau muncul bintik-bintik hitam. Kalau di aku, warna hitam yang muncul bukan cuma bintik-bintik, melainkan sekelompok bintik yang membentuk area warna hitam. Aku nggak bisa jelaskan itu apa.

Dari sudut pandangku, aku cuma bisa menjelaskan seperti ini:

Awalnya, cushion ini membentuk suatu produk yang saling mengikat dengan bantuan pelembab atau minyak. Lambat-laun, kandungan pengikat tadi semakin merasuk ke dalam kulit dan habis sehingga kehilangan daya ikatnya. Akhirnya, mereka terpisah atau crack.

Jadi, menurutku, warna hitam yang muncul adalah warna kulit yang telah bercampur dengan minyak kulit dan minyak produk. Ini cuma pendapatku. Nggak tahu lagi kalau itu memang warna hitam yang entah dari mana asalnya.

Selain itu, mungkin karena memang nggak cocok dengan tone kulitku, di waktu ini, oksidasinya parah dan langsung bikin wajahku agak hitam keabu-abuan dengan warna pink.

Setelah 11 Jam

Produk masih menempel dan warna hitam jauh berkurang daripada di jam-jam aktif sebelumnya. Tapi tentu crack-nya semakin banyak, terutama di dahi. Di bagian bawah mata dekat hidung.

Anehnya, walaupun produk ini nggak transfer proof, produknya masih nempel di kulit. Jadi, pas aku cipika-cipiki, produkku nempel gitu di pipi temanku XD. Tapi, kenapa masih bisa ada produk tersisa? Aku nggak bisa konfirm itu produk apa kulitku ya. Kalau itu memang produknya, berarti dia jadi menyatu banget dengan kulitku.

Aku nggak tahu kenapa bisa begitu setelah mengatakan kalau dia udah oksidasi di jam ketiga setelah aplikasi. Harusnya setelah 11 jam dia hilang, kan? Atau semakin hitam, tapi enggak.

Simpulanku, mungkin dia bisa banget tahan lama di kondisi yang cukup kering dengan sedikit kelembaban dan nggak kena keringat.

Klaim dan Penjelasan

Di sini, kita akan cek klaim produknya disertai penjelasannya satu persatu.

Waterproof: Yes

Setelah aku coba semprot dengan setting spray dan siram muka pakai air, dia memang waterproof. Tapi, ada produk yang ikut ngalir walaupun itu sedikit banget.

Tahan lama: Oke

Untuk klaim ini, aku nggak bisa yes atau no karena di atas kalian tahu sendiri keadaannya. Aku bilang oke karena bisa yes dan no sekaligus.

Yes, kalau kalian pakai cushion ini buat rebahan doang di rumah alias tanpa sampai minim aktivitas. No, kalau dipakai untuk aktivitas berat, seperti kerja di kantor apalagi jadi customer servis.

Ringan: Yes

Formulanya ringan banget dan nggak terasa pakai apa pun. Kan ada tuh yang klaimnya ringan, tapi masih kerasa pakai foundation, tapi produk ini kayak nggak pakai foundation.

Menurutku, ini masuk akal sih. Seperti yang kubilang sebelumnya, tambah lama si cushion malah berusaha melepaskan diri dari kulit. Jadi itulah yang membuat dia menimbulkan kesan nggak pakai apa-apa.

Hasil satin dan natural: Oke

Hasilnya memang satin, nggak terlalu glowing dan nggak matte juga. Untuk naturalnya, iya di awal. Pas udah oksidasi, aku nggak bisa bilang dia natural.

Sempurna menyamarkan noda: Yes

Aku nggak bisa bilang oke walaupun kemampuan menyamarkannya harus dengan layering beberapa kali. Namun, kalau kalian mau layer 3-4 kali, menurutku klaimnya yes aja. Tapi ingat, jangan layering di seluruh wajah, ya. Walaupun layering di daerah tertentu, warnanya bakal tetap menyatu, kok.

Hasil warna kulit merata dan halus: Yes

Warna kulit memang merata berkat kemampuan total coveragenya. Dia juga bisa ngasih hasil kulit yang halus, bahkan bikin kulit kelihatan glowing, licin, dan sehat. Tapi ya gitu, kalau dipakai beraktivitas, semuanya memudar.

Plus dan Minus

Plus:

  1. Puff-nya nggak menyerap produk terlalu banyak. Kalaupun terserap, produk yang menempel di puff masih bisa dipakai dengan ditap-tap.
  2. Aku dapat madame gie cushion harga Rp65.000 dari Rp75.000. Untuk klaim di atas, harga segitu worth it untuk aktivitas amat ringan, ya.
  3. Packaging elegan.
  4. Waterproof.
  5. Hasilnya ringan banget di kulit, hampir terasa nggak pakai makeup. Yang terasa pakai malah eyeshadow.

Minus:

  1. Langsung oksidasi ketika kulit berkeringat.
  2. Harus re-apply tiap jam untuk menutup crack dan area hitam yang muncul di beberapa tempat.
  3. Nggak transfer proof.

Itulah semua hal tentang madame gie cushion. BON (buy or nay) aku serahkan ke masing-masing individu.

Secara pribadi, aku menyarankan produk ini untuk: (1) pemula, (2) penggunaan di rumah, (3) aktivitas sangat ringan, dan/atau (4) pemakai yang nggak keberatan re-apply beberapa kali.

Aku nggak menyarankan produk ini untuk: (1) pekerjaan yang sangat membutuhkan makeup, seperti front liner, dan/atau (2) pemakai yang keberatan re-apply tanpa menghapus makeup dulu.

Kira-kira begitu gambaran saranku saat menggunakan cushion ini. Aku yakin kalian bisa sesuaikan sendiri, ya.

Posting Komentar

0 Komentar