Tuesday, 14 May 2019

Ingin Mudah Dapat Pekerjaan? Ikuti 7 Kebiasaan Orang yang Mudah Disukai Ini


Sebelum kita mulai, sebenarnya apa sih hubungan antara mendapatkan pekerjaan dan orang-orang yang disukai? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan terbesar kawan-kawan.

Di sini, aku akan berusaha menjelaskan dengan sangat mudah. Kalian pasti punya teman yang baik dan banyak orang yang suka dengannya, dalam ranah pertemanan. Nah, secara tidak sadar kawan-kawan pasti akan mendengarkan semua ucapannya dan mengikuti semua yang dilakukannya. Dia ke kantin, kalian ikut. Dia bilang A kalian juga akan percaya. Nah, orang seperti itu akan mudah mendapatkan pekerjaan. Kenapa? Karena orang seperti itu akan dengan mudah diikuti dan dipercaya oleh perekrut.

Jadi, salah satu kunci agar mudah mendapatkan pekerjaan adalah dengan menjadi orang yang disukai.

Bagaimana caranya?




Apakah kita harus berpenampilan menarik dan rupawan? Harus pintar dan sebagainya? Tidak perlu. Orang yang berpenampilan sederhana dan selalu rendah diri kadang memiliki banyak teman daripada orang-orang yang berpenampilan menarik dan rupawan.

Apakah hanya itu saja? Tidak.

Berikut ini adalah 8 kebiasaan orang yang mudah disukai yang bisa kawan-kawan tiru untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus teman.

Membicarakan Hal Baik Orang Lain

Orang yang mudah disukai bukanlah orang yang selalu membicarakan kebaikan dan keunggulan dirinya, melainkan orang yang membicarakan kebaikan dan keunggulan orang lain.

Profesor Management di Babson College Keith Rollag mengatakan bahwa secara tidak sadar, orang-orang akan berpikir bahwa kita juga memiliki sifat dan karakter dari orang yang kita bicarakan, entah kebaikannya atau keburukannya.

Jadi, jika kita berpendapat bahwa bos kita hanya mementingkan diri sendiri dan tidak becus mengurus pekerjaannya, maka orang lain akan berpikir bahwa kita juga seperti itu. Begitu juga sebaliknya, jika kita mengatakan bahwa bos kita peduli dan ramah, maka orang lain juga akan berpikir kita demikian. Para psikolog menyebut hal ini sebagai "transfer sifat spontan."

Pendengar yang Baik

Kita semua tahu bahwa kita menyukai orang-orang yang suka mendengarkan. Ketika kita ada masalah, kita akan selalu lari pada teman yang menurut kita adalah pendengar yang baik. Mereka akan meluangkan waktu untuk hanya mendengarkan keluhan kita tanpa mengkritik, menyanggah, bahkan hanya sekedar mengecek pesan di WhatsApp.

Hal ini karena, seperti yang dikatakan oleh Lou Solomon pendiri dan CEO Interact, perhatian adalah arus yang menghubungkan semua orang. "Tidak menyenangkan jika kita diganggu ketika kita sedang berbicara, meminpin rapat atau bercakap-cakap," katanya. Kita bisa memeriksa pesan di smartphone ketika kita sedang berada di ruang tunggu, tetapi jika kita sedang berbicara dengan orang lain, usahakan untuk tetap memperhatikan lawan bicara kita.

Apa Adanya

Orang yang mudah disukai itu apa adanya dalam artian bahwa mereka sama, di depan maupun di belakang. Jika mereka mengatakan suka pada seseorang, maka mereka tidak akan mengatakan di belakang bahwa sebenarnya dia tidak suka pada orang tersebut.

Selain itu, mereka suka menjadi diri mereka sendiri. Pelatih dan Penulis Shut Up and Say Something Karen Friendman juga mengatakan bahwa mereka tidak mencoba untuk menjadi orang lain yang bukan mereka.

Mengedepankan Hubungan

Orang yang lebih mengedepankan hubungan daripada kekuasaan dianggap lebih bisa dipercaya dan disukai daripada orang yang lebih mengedepankan status, ungkap Lou.

Orang yang lebih mengedepankan hubungan akan dengan mudah dikenali. Lou mengatakan bahwa jika pemimpin kita sering menatap mata kita ketika berbicara, maka itu artinya pemimpin kita suka dengan kita karena sifat kita yang mengedepankan hubungan.

Membiarkan Orang Lain Bicara

Apa hubungannya membiarkan orang lain bicara dengan menjadi lebih mudah disukai? Kalau dengan membiarkan orang lain bicara bisa lebih disukai, jadi wartawan aja. Bukan seperti itu. Hal ini lebih kepada tertarik pada orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.

Bagaimana caranya? Lou mengatakan bahwa kita bisa melakukan ini mendengarkan, melempar pertanyaan, memiliki rasa ingin tahu dan berpikir positif saat sedang bercakap-cakap. Para peneliti di MIT menemukan bahwa orang-orang yang dengan tulus tertarik pada ucapan orang lain memiliki kharisma alami dan mereka sukses dalam negosiasi dan ketika melakukan presentasi.

Tidak Melupakan Orang Lain

Siapa yang tidak akan menyukai orang yang berterima kasih pada kita atas keberhasilannya? Begitu juga dengan orang-orang yang mudah disukai. Mereka akan selalu mengucapkan nama orang-orang yang ikut berpartisipasi dan membantu dalam keberhasilannya.

Seorang manager yang disukai pegawainya yang berhasil dalam sebuah proyek akan mengatakan bahwa keberhasilan tersebut bisa terjadi juga karena timnya.

Tidak Menutupi Kekurangannya

Setiap orang memiliki kekurangan dan masa lalu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, orang yang mudah disukai selalu apa adanya. Hal ini juga termasuk bahwa mereka tidak akan menutupi masa lalu buruk mereka atau kekurangan yang mereka miliki. Mereka bahkan tanpa malu maupun takut menceritakan kekurangan tersebut ketika ditanyakan dan tanpa sadar menjadiakan kekurangan itu sebagai kekuatannya.

Kita tanpa sadar akan berpikir bahwa orang yang bisa menceritakan kekuarangan dirinya dan tidak terlihat sedih atau terbebani karenanya adalah orang yang kuat; dan itulah yang dilakukan oleh orang-orang yang mudah disukai. Selain itu, mereka tidak membuat kekurangan itu sebagai sesuatu yang disesali, tetapi sebagai suatu hal biasa yang pasti dijalani oleh semua orang.

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

No comments:

Post a Comment