Header Ads

Header ADS

Mencicipi Steak Murah Meriah di Kampoeng Steak

Kampoeng Steak adalah salah satu tempat untuk mencicipi steak dengan harga terjangkau di Indonesia.

Saat ini, steak bukan lagi makanan yang mahal dan sulit didapatkan karena toh harga bahan bakunya untuk sekian gram saja tidak begitu mahal, kenapa harus dimahal-mahalkan, bukan?

Jika Anda adalah golongan orang yang sering terkena anemia, maka mengonsumsi daging-dagingan sangat dianjurkan, begitu juga saya. Saya sering terkena anemia yang ditunjukkan dengan badan yang sering lemas dan mudah mengantuk.

Enough with that.

Sekarang, mari berbincang tentang Kampoeng Steak.

Sebenarnya, Kampoeng Steak sendiri bukan tempat saya pertama kali makan steak. Kenapa? Karena pertama kali saya bisa mencicipi steak adalah ketika masa kuliah dan saya kuliah di Malang di mana Kampoeng Steak masih belum ada dan sepertinya masih belum ada hingga sekarang. Tempat makan steak di Malang yang murah dan lumayan menjamur waktu itu diusung oleh brand satunya yang akan saya ulas beberapa bulan lagi. (Iyalah, sudah dijadwal. ^^)

Pertama kali saya mencicipi menu di Kampoeng Steak adalah ketika saya masih kos di daerah Surabaya Barat. Tempatnya cukup dekat dari tempat kos saya, hanya sekitar 800 m sehingga sudah beberapa kali saya dan suami ke sana.

Setelah pindah ke Sidoarjo, kami juga sudah beberapa kali ke Kampoeng Steak. Baru-baru ini saya juga ke sana lagi. Hehe.. Maklum, saya penggemar daging.

Di Kampoeng Steak Surabaya, saya memesan beberapa menu.

Saya lupa mana menu yang kami pilih di kunjungan pertama dan kedua, jadi langsung saya campur saja di bawah ini.

Chicken Cheese
Rasa kejunya tidak eneg dan pas aja.

Beef Cheese
Kalau menurut saya, dagingnya overcooked bagian pinggirannya.

Spaghetti Bolognese
Seporsi harganya 14rb. Menurut saya, rasanya enak walau porsinya kecil. Walaupun sudah makan steak, makan spaghetti ini seperti tidak menambah rasa kenyang saya.

Jamur Crispy
Rasanya seperti jamur crispy buatan sendiri, tidak ada tambahan rempah-rempah atau apapun yang membuatnya istimewa. Tapi, okelah kalau ingin camilan selain french fries. Menu ini sudah komplit dengan mayonnaise dan saus tomatnya.

Nasi Sapi Lada Hitam
Nasi sapi lada hitam ini rasa sausnya enak. Isian paprika dan bawang bombainya banyak banget, tapi dagingnya amat sangat sedikit. Bisa dilihat di kamera kalau dagingnya tidak lebih dari 5 iris saja. Tapi memang harganya murah, sih.

Nasi Ayam Paprika
Menurut suami saya, nasi ayam paprika rasanya seperti nasi kecap. Ayam paprikanya lumayan, sih.

Nasi Goreng Kampoeng
Nasi gorengnya bisa dibilang enak.

Untuk minumannya, menurut saya rasanya standar lah. Milkshake-nya agak encer sehingga kurang memuaskan.

Oke, lanjut ke Kampoeng Steak Sidoarjo. Berikut ini menu yang kami pesan.

Dari atas ke bawah - sirloin, chicken strips, double crispy chicken
Kenapa cuma satu? Karena saya lupa memotret yang lain-lainnya, tetapi memang pada umumnya kami memesan sirloin dan crispy chicken. Hanya saja, yang terakhir kemarin suami saya ambil saus barbecue untuk chickennya di mana sausnya jadi berwarna merah kental seperti saus tomat.

Untuk sirloin yang saya pesan, bagian pinggirnya overcooked. Itu adalah kesan yang saya ingat dari daging-dagingan yang saya coba, entah Kampoeng Steak Surabaya maupun Sidoarjo. Kalau sudah bilang overcooked alias gosong, rasanya jadi pahit-pahit arang.

Sementara chicken strips-nya bisa dibilang oke, tepungnya kriuk sama dengan crispy chicken-nya.

Oh iya. Di Kampoeng Steak Sidoarjo tempat kami makan, tempat sausnya harus ambil sendiri dengan wadah plastik isi dua, begitu juga dengan garam dan mericanya.

Review kuliner ini saya lakukan untuk memberikan informasi menu mana saja yang bisa Anda pilih berdasarkan beberapa pertimbangan dari saya.

Walaupun ini berada di luar tema kuliner, saya juga mau bilang kalau saya kurang suka dengan kursinya. Kenapa? Kursinya kecil dan rawan goyang sehingga sangat tidak cocok untuk saya yang memiliki pinggang cukup lebar (walaupun tidak terlalu lebar, sih) dan hyperaktif (saya suka gerak gitu kalau duduk.)

Overall, pengalaman saya mencicipi menu di Kampoeng Steak agak mengecewakan. Mungkin karena saya pernah mencicipi menu di tempat steak yang murah dan lebih enak, ya.

Walaupun demikian, menurut saya daging gosong itu tidak bisa dipertahankan.

NB: di sini, saya berusaha halus, ya. Jadi, sebenarnya penilaian saya bisa lebih parah dari ini.

No comments

Powered by Blogger.