OLEH-OLEH MEDAN LAGA


Blog ini berdebu, tetapi karena suatu hal, maka saya harus mengisinya...

Sembari menunggu formulir update hari ini selesai dicetak, maka saya memutuskan untuk menulis hal lain. Lagi pula, semalam, oleh-oleh begadang, saya sudah mengumpulkan kata hingga sembilanratusan banyaknya. Tentu itu sesuatu yang sangat menyenangkan, mengingat memiliki selisih yang teramat jauh dari juara akan membuat saya merasa tak nyaman. Gelisah, begitu saya menyebutnya.

Cukup lama saya menunggu—cukuplah untuk menambah kata rangkaian saya sampai lima ratus biji—akhirnya formulir laporan selesai juga dicetk. Jangan tanyakan bentuknya, biasa saja. Kotak dan tak bisa kau sentuh. Kau hanya bisa melihat deretan huruf dan angka di sana—sebagaimana formulir pada umumnya. Dan jika kau memperhatikan hal ini, maka kau benar-benar pelahap waktu yang luar biasa. Seharusnya kau bisa menggunakan waktumu untuk melakukan hal yang lebih berguna dibandingkan hanya untuk memperhatikan sesuatu yang menurutmu akan membuatmu mendapatkan sesuatu, tetapi ternyata tidak.

Singkat cerita, dalam formulir itu menyatakan bahwa fase terakhir atau disebut fase spesial ini harus diisi dengan pesan dan kesan selama mengikuti medan laga tersebut. Medan laga apakah itu? Itu adalah: Medan Laga Senior Writing Challenge.
0

Pizza Combi Sensasi Menyantap Pizza Molor


Pizza Combi menyediakan menu pizza yang sarat akan keju dan topping yang bervariasi, cocok untuk Anda yang ingin mencoba pizza yang berbeda daripada biasanya.

Kesempatan menyantap pizza di Pizza Combi sebenarnya datang beberapa minggu lalu, tapi baru kali ini saya mengulasnya. Saya mengunjungi Pizza Combi yang ada di Surabaya, tepatnya di Jalan Bratang Jaya no.51, Barata Jaya, Gubeng. Tempat makan itu cukup luas dengan plang bertuliskan "Pizza Combi" yang cukup besar. Hal itu memudahkan orang yang baru pertama kali pergi ke sana untuk menemukannya.

Pertama kali saya ke sana, saya mengamati bahwa Pizza Combi adalah tempat yang cocok untuk hampir semua kalangan. Di sana saya melihat pemuda-pemudi, keluarga dengan anak-anak yang masih kecil dan beberapa orang yang datang dengan teman-teman mereka. Jadi, bisa dikatakan bahwa tempat itu adalah tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati pizza sambil berbincang ringan. Singkatnya, Pizza Combi adalah tempat yang bisa dijadikan pilihan untuk hangout bersama teman maupun keluarga.

Di sana, di sediakan dua tempat untuk makan. Satu tempat di dalam ruangan dengan paparan AC, beberapa jenis tempat duduk termasuk sofa, tempat duduk untuk dua orang dan tempat untuk dua dan tiga orang. Tempat makan juga disediakan di teras dengan atap yang kokoh sehingga Anda tidak perlu khawatir ketika hujan. Namun, di teras tidak disediakan sofa.

Saat itu, saya datang pada hari biasa pada malam hari sehingga banyak tempat duduk yang kosong. Di dalam, saya langsung melihat dapur yang hanya diberi sekat tembok dan kaca yang cukup rendah sehingga saya bisa melihat dengan leluasa apa saja yang dilakukan koki di dapur.

Saat itu saya dan teman saya memilih menu Hawaian Combi Pizza, roti tebal dengan diameter 30 cm seharga Rp55.000,-. Awalnya teman saya ragu untuk memilih menu itu karena ada nanas yang disebutkan di antara topping smoked beef, sosis, bawang bombai, jamur bottom dan tentunya keju Mozarella. Namun, karena rasa ingin tahu, kami tidak mengganti pilihan menu pizza kami.

Untuk minuman, Pizza Combi menyediakan dua jenis minuman, yaitu panas dan dingin. Tidak terlalu banyak pilihan yang disediakan untuk jenis minuman panas, yang antara lain hanya ada kopi, teh dan coklat panas. Bagi Anda yang ingin minuman sehat, Pizza Combi juga menyediakan beberapa menu yang bisa dipilih berupa smoothies. Saat itu kami memilih sensation combi, yaitu jus campuran nanas dan strawberry dan soda dengan tambahan gula cair, dan air mineral. Sebenarnya saya ingin memilih coklat panas. Namun, karena pencernaan saya sedang terganggu dan saya tidak suka minuman dingin, maka terpaksa harus memilih air mineral.

Waktu tunggu di tempat ini tidak terlalu lama, mungkin karena tidak terlalu banyak pesanan. Hanya sekitar 15 menit, pizza pun datang dengan fresh. Fresh karena memang pizza masih terasa hangat, tidak seperti pizza biasanya yang ketika datang sudah dalam keadaan dingin sehingga sensasi “molor” dari keju mozarella yang mereka tayangkan di iklan itu tidak ada.

Irisan pertama yang saya coba adalah irisan dengan banyak topping nanas. Setelah dicoba, rasa nanas dengan topping lainnya menyatu. Menurut saya, topping yang disajikan sudah cukup banyak. Ditambah dengan keju mozarella yang mendominasi pizza combi, rasanya jadi semakin “wow.” Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana enaknya menyantap salah satu kuliner Eropa ini di Pizza Combi. Menurut saya, pizza yang disajikan di sana lebih enak daripada pizza yang sering ditayangkan di iklan itu. 

Rasa roti Pizza Combi sama sekali tidak eneg. Bagi Anda yang tidak terlalu suka keju, dominasi keju mozarella pada pizza tidak akan mengganggu selera makan Anda. Selain itu, jika Anda ingin benar-benar ingin melihat bagaimana keju mozarella yang molor dengan mata kepala Anda sendiri, maka Anda harus datang dan mencoba menu dengan topping keju mozarella.



Untuk minuman, walaupun itu adalah pertama kalinya saya mencoba signature drink yang merupakan perpaduan jus dari beberapa buah, rasanya enak. Saya tidak mengira bahwa beberapa jus buah yang dicampur bisa mendapatkan hasil yang “blend.” Wow.

Setelah mencoba mencicipi salah satu makanan Itali di Pizza Combi itu, persepsi saya tentang rasa pizza yang selalu eneg hilang. Persepsi saya pun berubah menjadi: pizza yang terasa eneg adalah pizza yang gagal. Rasa eneg pada pizza tidak muncul karena lidah yang berbeda, tetapi karena si pencipta pizza yang tidak bisa membuat pizza yang tepat untuk konsumennya.

Well, that’s enough untuk menggambarkan bagaimana sajian pizza di Pizza Combi berbeda daripada pizza biasanya. Dan bahwa Pizza Combi layak untuk dicoba.

Pada kesempatan yang lain, kami mencoba 2 sajian Spaghetti dari 6 menu yang disediakan di Pizza Combi. Dari keenam itu, saya ingin mencoba semuanya. Namun, saya mengira bahwa Original Combi Spaghetti tidak akan jauh berbeda dengan spaghetti pada umumnya. Saya sebenarnya juga ingin mencoba Cheese Combi Spaghetti, tetapi saya membayangkan bahwa rasanya akan penuh dengan keju yang tidak biasa saya rasakan.

Pilihan saya juga hampir jatuh pada Blackpepper Combi Spaghetti, tapi saya pernah merasakan saus Blackpepper di resto yang menjual steak. Karena alasan itu, saya juga tidak memilihnya walaupun saya tidak yakin apakah rasanya seperti yang saya bayangkan. Untuk pilihan terakhir, yaitu Java Combi Spaghetti juga tidak saya pilih karena saya sudah membayangkan bahwa rasanya akan seperti mie dengan saus jawa yang manis, pedas dan gurih.

Akhirnya, saya memilih Spicy Combi Spaghetti dan teman saya memilih Curry Chicken Spaghetti. Spicy Combi Spaghetti memang benar-benar menggambarkan rasanya yang pedas. Untuk informasi, saya adalah pecinta makanan pedas dan menyantap spaghetti itu cukup membuat saya merasa sangat kepedasan walaupun saya masih mampu menanggulanginya. Sementara Curry Chicken Spaghetti, seperti yang saya bayangkan, memiliki rasa yang tidak jauh dengan mie yang diberi saus kari.

Untuk menu seharga Rp20.000,-, kedua menu itu sama sekali tidak mengecewakan.

Gambar diambil dari Pizza Combi
0

Mendekap Ketegangan Menonton A Quiet Place


Jika biasanya saya hanya menggunakan kata "sh*t" untuk mengumpat, maka kali ini saya akan menambahakan kata "Holy" di depannya untuk mewakili perasaan saya setelah menonton A Quiet Place.

Film yang mulai tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 6 April ini disutradarai oleh John Krasinksi. John juga berperan sebagai Lee bersama istrinya Emily Blunt serta 3 selebriti cilik lainnya. Film bergenre thriller ini telah mendapatkan banyak respon positif dari beberapa selebriti Amerika yang sudah menonton film ini. Bahkan, master cerita thriller Stephen King pun mengakui A Quiet Place sebagai “extraordinary.” Itu pujian yang sangat besar dari seorang master di bidangnya.

Seperti judulnya, film ini berlatar belakang sebuah tempat yang sangat sepi. Bahkan, bisa dikatakan hampir tidak ada suara. Hal ini tidak hanya terjadi di tempat itu saja, tetapi juga seluruh dunia. Kenapa? Bukan karena hantu, melainkan alien.

Well, hal itu memang terdengar klise dan membosankan. Alien dan zombi hampir selalu menjadi antagonis di setiap film sci-fi thriller Hollywood. Namun, semua film tentang alien yang pernah dikeluarkan Hollywood tidak sama dengan A Quiet Place – kecuali perwujudan aliennya yang hampir terlihat sama dengan beberapa film sebelumnya. 

Jika sebagian besar film menceritakan tentang tokoh utama yang berhasil menumpas atau mengusir alien, maka A Quiet Place membiarkan ceritanya mengambang tanpa diketahui apakah semua alien yang diceritakan mati atau kembali ke tempat asalnya. Perbedaannya masih belum berhenti di situ. Film-film tentang alien pada umumnya menampilkan pasukan yang berusaha menumpas alien dengan senjata dan alat tempur yang tangguh dan mengeluarkan banyak suara berisik, dan orang-orang yang berteriak dan lari ketakutan. Jika hal itu sudah ada dalam bayangan Anda, maka Anda harus kecewa karena, seperti yang saya sebutkan di awal, film ini hampir tanpa suara.

Lalu, bagaimana plot berjalan dan bagaimana penonton tahu apa yang sebenarnya terjadi? Itulah yang membuat John langsung mendapatkan tawaran proyek baru setelah menyutradarai film ini.

A Quiet Place bercerita tentang sebuah keluarga yang bertahan hidup dari alien yang menyerang sumber suara. Keluarga yang terdiri dari lima orang anggota itu adalah salah satu dari beberapa keluarga lain yang masih bertahan di sekitar tempat tinggal mereka. Mereka harus melakukan segala aktivitas dalam keheningan, termasuk berhati-hati ketika berjalan agar tidak menginjak ranting pohon atau apapun yang menimbulkan suara. Segala sesuatu harus dilakukan tanpa menimbulkan suara karena jika ada suara yang cukup keras, walau sebentar, alien buta yang memiliki sensitivitas yang tinggi pada suara itu akan segera datang dan dengan cepat menghabisi sumber suara.

Untuk menciptakan atmosfer yang menegangkan, film yang berdurasi 95 menit ini tidak berfokus pada kengerian wajah alien dengan lendir-lendir yang menggelikan, tetapi lebih kepada ketegangan ketika aktor harus selalu menahan diri dari membuat suara sekecil apapun. Untuk informasi, A Quiet Place sudah berhasil menyita perhatian penonton sejak pertama kali dimulai dengan menciptakan suasana yang amat sangat hening dengan keganjilan yang menimbulkan tanda tanya: apa yang terjadi?

Pertanyaan itu segera terjawab ketika (SPOILER) anggota termuda keluarga itu dihabisi oleh alien setelah dia menyalakan mainan pesawatnya. Sejak saat itu, ketegangan sudah semakin nyata dan tingkatnya tidak akan kembali ke angka nol hingga film selesai. Keluarga itu masih harus menghadapi masalah-masalah lain, termasuk anak sulung yang tidak bisa mendengar dan Evelyn (Emily) yang harus melahirkan tanpa memancing serangan alien. Lalu, apa saja yang dilakukan keluarga itu untuk bertahan hidup dan bagaimana A Quiet Place berakhir? 

Film yang hanya berlatar waktu 3 hari ini sangat saya rekomendasikan bagi penggemar film thriller yang ingin menikmati tayangan yang berbeda daripada film-film alien yang pernah tayang sebelumnya. Pastikan Anda menonton A Quiet Place di bioskop untuk mendapatkan seluruh sensasi yang Anda harapkan.


Gambar diambil dari Sindo
0

Makanan Jepang di Hayaku Resto, Surabaya


Tulisan ini masih berkaitan dengan makanan. Namun, ulasan saya kali ini akan berbeda dari sebelumnya yang mencoba makanan dari brand yang sudah terkenal. Kali ini, saya mencoba menu di resto Jepang bernama Hayaku. Dan sepertinya, pemiliknya adalah penduduk lokal.

Hayaku Resto terletak di deretan ruko No. II C di daerah Sukolilo, tepatnya di Jl. Merr Kalijudan, Medokan Semampir. Resto yang menjual yakiniku ini berukuran cukup kecil sehingga mudah untuk terlewat jika Anda berkendara cukup kencang. Selain itu, tempat makan ini hanya terdiri dari empat meja panjang untuk masing-masing sekitar 4-6 orang. Dengan rancangan ruangan yang cukup homey, saya lumayan betah menyantap makanan di sana.

Ada dua kompor di tiap meja. Satu kompor untuk membakar daging sedangkan kompor yang lain digunakan untuk merebus sayuran, crab stick, fish ball, daging ayam dan daging sapi. Sebenarnya masih ada beberapa nama lagi yang masih berteman dekat dengan fish ball dan crab stick, tetapi saya tidak menghapalnya.

Dalam kesempatan itu, saya dan seorang teman saya memesan satu menu Steamboat Spesial seharga Rp70.000,- Menu itu terdiri dari sayuran yang antara lain adalah sawi putih dan sawi tulang. Selain itu, ada juga bihun, daging ayam dan daging sapi. Setelah itu, kami diberi sepanci kecil kuah yang harus didihkan terlebih dahulu. Setelah mendidih kami memasukkan seluruh bahan-bahan tadi sampai bahan-bahan mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.

Untuk kuah, Hayaku Resto memiliki racikan bumbu yang gurih dan pas. Cocok untuk saya yang menyukai kuah yang sederhana dengan rasa yang lumayan. Sebagai tambahan, karena dalam foto bahan-bahan yang disediakan untuk menu itu terlihat sedikit, saya menambah sayuran dan crab stick. Setelah semua bahan dicampurkan, kami berdua tidak sanggup menghabiskan satu menu itu, apalagi setelah adanya tambahan tadi. Namun, kami tidak menyerah. Kami menghabiskan seluruh menu serta tambahannya perlahan.

Selain kuah yang rasanya gurih dan pas di lidah saya, rasa sayuran dan bihunnya juga menyatu dengan rasa kuah itu. Untuk daging dan sosisnya, rasanya tidak jauh berbeda dengan tempura dan semacamnya. Untuk yang tidak suka sosis atau pun fish ball dan semacamnya, rasa dari Japanese cake ini mungkin membuat Anda sedikit eneg bila terlalu banyak mengonsumsinya. Namun, sebenarnya tidak terlalu mengganggu untuk suapan pertama. Rasa eneg hanya akan amat terasa ketika Anda sudah terlalu kenyang makan di Hayaku Resto ini.

Selain menu yang harus direbus dengan kuah gurih tadi, ada pula menu yang khusus dibakar, yaitu menu daging ayam. Menu ini, sebagaimana menu yang harus direbus tadi, ada dua macam. Perbedaan dari keduanya ada pada harga saja yang menentukan jumlah potongan daging ayam yang disajikan. Hal yang sama juga berlaku untuk menu sayuran.

Resto yang masih terbilang baru ini menyajikan sedikit menu untuk minuman. Saya tidak menyebutkan menu untuk minuman di sini karena hampir semuanya adalah minuman yang biasa tersedia di tempat makan.

Itu saja dulu untuk hari ini. ^^

Gambar diambil dari nhaz
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com