Header Ads

Header ADS

Pos Ketan: Cita Rasa yang Tak Terlupakan

resep pos ketan malang
Pos Ketan 



Saya masih ingat saat pertama kali saya ke warung ketan yang ada berada di sebelah alun-alun Kota Batu, Malang. Bagi Anda yang pernah berkunjung ke sana, pasti tidak mau melewatkan warung ketan yang satu itu. Dengan ukuran ruangan yang kecil dan sempit, warung itu menawarkan berbagai macam topping untuk ketan hingga membuatnya memiliki banyak peminat dan langganan. Jika Anda berkunjung ke alun-alun Kota Batu pada malam hari, maka pastikan Anda siap untuk berdiri menunggu hingga ada pelanggan yang meninggalkan bangkunya.

Di pos ketan ini, akan akan ditawarkan berbagai topping ketan yang akan membuat Anda kebingungan memilihnya. Topping untuk ketan yang paling murah dan enak adalah pisang susu walaupun sebenarnya hampir semua jenis topping akan diberi susu kental manis. Ada juga beberapa toping lain, seperti keju, coklat, nangka, dan perpaduannya. Jika Anda pecinta durian, dan kehadiran Anda bertepatan dengan musim durian, maka Anda bisa menikmati ketan durian susu yang pasti akan membuat Anda ketagihan.

Dengan porsinya yang minimalis, saat pertama kali saya melihatnya, saya berpikir bahwa penjualnya pelit. Jelas saja karena saya adalah tipe orang yang doyan jajan dan makan apalagi yang manis-manis. Namun, ketika saya habis menyantapnya, saya ingin membeli satu porsi lagi. Namun, bukan karena porsinya yang minimalis, melainkan karena rasanya yang gurih dan manis dengan perpaduan yang pas. Saya kira jika porsinya ditambah menjadi dua kali lipat, maka akan membuat saya merasa eneg. Namun, jika ditambah sedikit saja mungkin tidak apa-apa lah, ya. Hehe ^^

Selain menyajikan jajanan itu, ada juga minuman yang bisa mendampingi. Dari semua jenis minuman yang disajikan, saya hanya sempat mencicipi susu segar dan teh jahe. Keduanya enak dan saya rekomendasikan untuk mencobanya.

Jumlah pengunjung tempat ini akan bertambah banyak dan berjubel hingga memadati jalanan ketika habis maghrib. Jika sebelumnya Anda hanya melihat beberapa orang saja yang berdiri, maka setelah 30 menit azan selesai berkumandang Anda akan mendapati barisan panjang mengular hingga menutupi beberapa warung di sebelahnya. Jika sudah demikian, saya lebih memilih untuk tidak mengantre. Walaupun demikian, masalah antrean panjang itu juga tidak akan berlangsung terlalu lama karena jumlah pegawai yang siap menyajikan ketan hangat nan nikmat itu juga tergolong banyak, sekitar 10 orang; dan ada juga di antara orang-orang yang berdiri itu memilih untuk membawa pesanannya ke sisi meja yang akan segera kosong dan ada juga yang mengemper di seberang jalan.

Untuk Anda yang suka berwisata kuliner, saya sangat menyarankan Anda untuk berkunjung sebelum maghrib dan lebih baik salat maghrib di masjid dekat alun-alun. Karena jika Anda datang 30 menit setelah azan maghrib, maka Anda akan kesulitan menemukan tempat untuk makan, apalagi di akhir pekan ketika tempat itu akan dipenuhi oleh para mahasiswa dan keluarga kecil yang tengah menikmati jalan-jalan mingguan. Dengan pemandangan malam yang semarak seperti pasar malam, tempat ini cocok dijadikan destinasi kuliner malam mingguan.

Bahan makanan dengan nama ilmiah oryza sativa var. glutinosa ini sebenarnya sudah menjadi jajanan khas orang Jawa sejak dulu. Cara membuatnya sama dengan cara memasak nasi. Hanya perlu dibersihkan, lalu ditanakkan dengan air hingga menghasilkan nasi yang lengket. Itulah kenapa nasi ini dalam Bahasa Inggris juga disebut sticky rice yang secara harfiah berarti nasi lengket. Dengan berkembangnya zaman, tentu pemilik pos ketan ini tentu bisa dikatakan berhasil memperkenalkan nasi ketan gaya baru yang diminati masyarakat zaman ini.


Selain menjadi olahan nasi ketan, beras ketan juga bisa dijadikan jajanan lain, seperti lemper, onde-onde, klepon, dodol, lupis, wingko, rengginang, tape ketan, dan brem. Ada juga jenis minuman yang bisa dibuat dengan tape ketan. Dengan ide cemerlang dari pos ketan, olahan beras ketan apa yang ingin Anda kreasikan dari jajanan-jajanan di atas?


****

Image Credit from Google Map

2 comments:

  1. Wahhh, jadi pengen icip icip. Tapi jauuh. ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah... karena jauh itulah, sekali sampai di sana, nggak akan puas kalo ngga beli dua porsi rasa berbeda XD

      Delete

Powered by Blogger.