Seperti Musim, Manusia Pun Senantiasa Berubah

Saya bertengkar dengan kekasih.
Ini bukan hal bagus.
Mengingat saya begitu mencintainya.



Itu adalah pagi terindah dalam hidup saya, setelah dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya tanpa membicarakan dulu dengan saya. Saya seperti dibuang saat itu. Bahkan rasa itu kerap menghantui di setiap detik kesadaran saya bahwa dia tak lagi menginjak tanah yang sama.

Saya tak memahami jalan pikirannya. Benar-benar tak bisa memahami. Dan keputusannya yang sering tanpa pikir panjang atau sekali pun merasa perlu membicarakan dengan saya membuat saya merasa sama sekali tak penting dalam arus kehidupannya. Mungkin baginya, saya bisa menjadi salah satu kisah perjalanan masa remajanya. Tapi saya begitu mencintainya.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com