Ikatan Adat


Meski rembulan menggantung, tetap saja tak bisa menahan rintik lembut yang membasahi kota itu. Seorang gadis berlarian menembus gerimis disusul seorang pemuda dengan jarak tak sampai sejengkal. Mereka lebih memilih terdampar di restoran ayam goreng cepat saji daripada harus menunggu hujan reda di halte pinggir jalan.

Keduanya cekikikan setelah mendapatkan meja. Gadis itu memesan dua menu sekaligus. Si pemuda diam saja—percaya dengan keputusan si gadis. Mereka saling bertatap. Beradu pandang sampai salah satunya bermuka merah. Lalu tertawa sendiri. Jika si pemuda yang memerah, maka dia lantas memalingkan mukanya, salah tingkah, si gadis akan tertawa. Jika si gadis yang memerah duluan, maka si pemuda akan dicubit dengan gemasnya. Begitulah, si pemuda tak pernah untung.

Pesanan mereka datang, mereka memakannya dengan lahap. Ada rasa tak ingin segera habis, karena hujan di luar semakin ganas saja semenjak mereka berdua berada di restoran itu. Tapi makanan yang menjadi dingin tentu tak nikmat disantap, apalagi itu adalah ayam goreng. Renyahnya bisa hilang.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com