Saturday, 29 January 2011

Test Speed Painting

Speed Painting?
I don't Think so...

Jujur maksud hati ingin sekali2 membuat speed painting.
Karya ini dikerjakan sekitar 1 jam. Dengan berbagai problem yang ada pada PC yang saya gunakan, mulai dari GIMP (program yang saya gunakan) menghilang tiba-tiba, sehingga karya ini tidak tersimpan. Lalu ada pula kejadian PC restart sendiri, yang mengharuskan saya mengulang lagi. Dan masalah ini tidak terjadi hanya sekali, namun berkali-kali.

Yah, lupakan masalah yang seharusnya tidak mengganggu anda ketika anda sedang kerkarya.

Ini adalah langkah2 saya dalam membuat "Speed Painting" sederhana.
Saya menggunakan program GIMP, (pada dasarnya OS yang saya gunakan adalah Linux). Satu layer.

Coretan pertama.
Sketsa.
Lalu, tahap selanjutnya, pembentukan.


Pendalaman coloring.




Pemberian shading pada objek,


Lalu terakhir, detailing,


Jujur saya tak kuat kalau haus menghadapai masalah seperti program yang tiba-tiba menghilang atau PC yang tiba-tiba restart sendiri. Dan saya pikir, kalau saya melakukan detailing lebih dari satu jam, itu bukanlah speed painting. Dan hasil ini pun saya ragu untuk menyebutnya speed painting.

Catatan: Saya menggunakan satu layer dan hanya menggunakan mode brush "darken only".

Mungkin ada masukan dari anda yang lebih mengerti media digital, saya benar-benar lemah dalam pengkaryaan digital. T^T

"Setiap karya tidak bisa dinilai secara pribadi jika karya itu memang ditujukan untuk khalayak ramai." -->A.F

Friday, 21 January 2011

Fauzt 2011


Fauzt versi normal.
Mencoba membuat goresan kasar sebagai hasil akhir. -->A.F

Tuesday, 4 January 2011

Coretan Pagi Ini Dan Seberkas Kisah Lama

Coretan pagi ini mengingatkan saya tentang kisah masa lalu. Menggores sebuah hal yang sudah lama saya lupakan. Tepatnya, saya tinggalkan.



(I) Lina, Lina, Lina... Kisah.

Pagi ini,
Sebelum lupa
Kamu sebut namaku lagi.
Aku heran.
Benar.
Selintas kenangan itu terbuka.
(15 Januari 2006)


(II) ~Omoi de wa itsumo kirei dakedo~

Sejenak untuk mengenang.
Meskipun aku sudah lupa paras senyummu.
Tapi,
Kenangan itu selalu indah.
Walau aku tak bahagia.

Cukup mengingat manjanya sosokmu,
Sudah membuatku puas.

Tapi aku tak dapat mengingatnya.

Kenapa aku bisa lupa?
(24 Januari 2006)


(III) Yang Lewat

Hati tenang saat mengenang
kisah romantis tentang kita.
Mungkin engkau tak pernah merasa,
Atau bahkan tak peduli.
Tapi...
Bolehlah sebagai kisahku.

Kan kuingat sapaan awal sosokmu
Yang lalu kita saling mengenal tanpa
berkenalan nama.

Mungkin 'kan terdengar egois
jika bilang, "aku paham kamu".
tapi, barang sebentar,
ijinkan aku 'tuk memandang sosokmu.

Kutukan waktu,
Melesat cepat bagai anak panah.
Dan kita berpisah langkah di pagi itu.
Mengikuti jalan masing-masing.

Aku rindu sapamu,
Meski senyum itu bukan untukku.
(23 Maret 2006)


Kupungut kembali sampah yang telah kau buang.
Berharap ada sisa-sisa dari pesonamu yang tertinggal.

Everything goes to The End...

Setiap manusia tumbuh. Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Sekali lagi saya berbagi sedikit kisah dari masa lalu. Kisah di saat kita masih hijau adalah untaian mutiara yang sangat berharga. Ada sebuah kepolosan di sana.-->A.F

Saturday, 1 January 2011

New Year 2011


Waktu tak akan pernah kembali dan tak sedetikpun berjalan mundur. Kita tidak akan pernah diberi kesempatan untuk mengulang kejadian yang telah terlewati. Bahkan kejadian yang terjadi persekian detik yang lalu. Sifat waktu yang selalu berjalan maju membuat kita harus mampu bersikap. Tidak ada Penyesalan dan selalu memegang teguh tanggung jawab. Setiap dari kita berhak mengatur impian dan cita-cita kita. Kita berhak menggapainya. Kita tidak berhak MENGELUH atau MENANTI sesuatu yang kita impikan. Kita harus meraihnya. Disaat kita mengeluh dan menanti, seseorang di sana sedang mencoba menyatakan impiannya. Dia menuntut HAK-nya pada kehidupan. Sangat ironis jika kita hanya mampu bertopang dagu.

Bagi saya, devinisi keajaiban adalah hal yang menurut orang lain tidak mungkin terjadi, namun dapat terjadi. Keajaiban hanya mampu tercipta disaat kita mampu melakukan hal yang menurut orang lain itu mustahil. Dan itu membutuhkan tekad dan pikiran yang waras.

Pikiran yang waras, bahwa kita mampu memiliki apa yang kita inginkan!
Pikiran yang waras, bahwa Tuhan selalu mendampingi kita.

Hari pertama di tahun baru.
Dan waktu tak akan pernah berjalan mundur. -->A.F